Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina memperluas pelacakan asal virus Corona (COVID-19) yang menimbulkan wabah baru di Pasar Xinfadi, Beijing. Kali ini, mereka mengecek kemungkinan virus tersebut ditularkan via makanan impor. Hal itu dipicu pernyataan peneliti bahwa varian virus yang berada di Beijing lebih tua dibandingkan yang beredar di Eropa saat ini.
"Penelitian menunjukkan strain virus Corona yang ada di Beijing berasal dari Eropa. Namun, variannya berbeda dengan apa yang menyebar saat ini," ujar peneliti Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Cina, Zhang Yong, yang dikutip dari South China Morning Post, Jumat, 19 Juni 2020.
Yong melanjutkan, ada dua penjelasan kenapa virus Corona kemungkinan ditularkan lewat makanan dan strainnya berbeda. Penjelasan pertama, virus menempel di badan makanan impor namun tidak mengalami mutasi ketika disimpan di ruang pendingin.
Penjelasan kedua, virus sudah lama berada di makanan impor, namun tidak terdeteksi ataupun berhasil dibunuh dengan disinfektan. Alhasil, Ketika wabah terjadi, virus belum mengalami mutasi.
Sejauh ini, 15 ribu tes telah dilakukan untuk mengecek apakah virus Corona di Xinfadi ditularkan via makanan impor. Hasil sementara menunjukkan skenario tersebut negatif. Walau begitu, Bea Cukai Cina memastikan pemeriksaan lebih lanjut akan tetap dilakukan, termasuk menguji kemasan makanan-makanan itu.
Hingga berita ini ditulis, total ada 183 kasus virus Corona (COVID-19) di Beijing. Angka tersebut terhitung sejak tanggal 11 Juni. Untuk total kasus dan korban virus Corona di seluruh Cina, tercatat ada 83.325 kasus serta 4634 korban jiwa.
ISTMAN MP | SOUTH CHINA MORNING POST
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sumber:
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini