Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Belum lama ini, South African Heritage Resources Agency menetapkan makam Sayed Abdul Malik sebagai warisan budaya nasional Afrika Selatan. Sebagaimana dijelaskan dalam laman kemlu.go.id, penobatan tersebut berlangsung saat acara Declarations of Karamats Within the Circle of Tombs as National Heritage Sites yang diselenggarakan pada 3 Desember 2021 lalu.
Diketahui, ulama Sayed Abdul Malik merupakan seorang ulama keturunan nusantara yang turut serta menyebarkan agama Islam di Afrika Selatan. Melansir dari kemlu.go.id, Sayed Abdul Malik tiba di Cape Town, Afrika Selatan pada abad ke-18 silam. Dirinya berperan penting dalam perkembangan budaya Afrika Selatan, khususnya di bidang spriritualitas.
Salah satu peran pentingnya adalah, Sayed Abdul Malik bersama dengan Tuan Guru menjadi pelopor yang pertama kali mendirikan masjid di Afrika Selatan. Kedekatannya dengan Tuan Guru karena dirinya juga merupakan orang kepercayaan Tuan Guru. Selain Sayed Abdul Malik, juga terdapat beberapa tokoh ulama lain asal Indonesia, yaitu Tuan Guru dan Syekh Yusuf yang turut berkontribusi dalam memperkaya budaya Afrika Selatan.
Penetapan makam Sayed Abdul Malik sebagai warisan budaya nasional Afrika Selatan melalui proses yang panjang, yang dimulai sejak 1980-an. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Cape Mazaars Society, penggagas di balik penetapan makam Sayed Abdul Malik sebagai warisan budaya nasional Afrika Selatan. Kerjasama bilateral antara Indonesia dan Afrika Selatan diharapkan semakin menguat dengan penetapan makam Sayed Abdul Malik sebagai national heritage Afrika Selatan.
NAOMY A. NUGRAHENI
Baca: Nelson Mandela Pengagum Syekh Yusuf asal Makassar dan Batik Indonesia
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini