Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Chile Gabriel Boric mengumumkan keadaan darurat pada Selasa, 25 Februari 2025 setelah pemadaman listrik besar-besaran yang berdampak pada 19 juta orang. Dalam pidatonya kepada rakyat, Boric mengatakan pemadaman listrik tersebut memengaruhi delapan juta rumah. Ia meminta perusahaan swasta bertanggung jawab atas gangguan tersebut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Apa yang terjadi hari ini sungguh keterlaluan karena tidak dapat ditoleransi jika satu atau beberapa perusahaan memengaruhi kehidupan sehari-hari jutaan warga Chile, dan itulah sebabnya menjadi kewajiban negara untuk meminta pertanggungjawaban mereka,” ujar Boric dikutip dari Anadolu Agency.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Boric menegaskan bahwa status darurat diperlukan untuk menjamin keselamatan warga, mengingat kemungkinan pemadaman listrik masih berlangsung lama. Pemerintah Chile juga telah mengumumkan jam malam mulai pukul 10 malam hari Selasa hingga pukul 6 pagi hari Rabu.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Carolina Toha menyerukan agar masyarakat tenang. Toha mengatakan pemadaman listrik itu bukan disebabkan oleh serangan, melainkan pemutusan sistem transmisi di wilayah Norte Chico. "Saya menyerukan agar semua pihak tenang, untuk memahami bahwa ini adalah kegagalan sistem, bahwa kita bukanlah sasaran serangan, dan bahwa layanan harus segera dipulihkan," katanya.
Melalui media sosial, Ernesto Huber, direktur eksekutif Koordinator Listrik Nasional, mengonfirmasi sumber pemadaman listrik adalah kesalahan jaringan listrik di Norte Chico. Menurut dia, upaya sedang dilakukan untuk memulihkan listrik.
"Pemutusan hubungan sirkuit ganda 500 kV di wilayah Norte Chico, khususnya antara pembangkit listrik Vallenar dan Coquimbo, mengakibatkan gangguan pada sistem kelistrikan nasional, dari Arica hingga wilayah Los Lagos, yang mengakibatkan hilangnya daya listrik secara total di sistem kelistrikan nasional," katanya.
Pemadaman listrik terjadi di tengah gelombang panas di Chile , dan di kota-kota kecil seperti Lo Barnechea, Talagate, dan La Florida, pihak berwenang segera menyediakan pasokan air minum.
Setelah listrik padam, layanan kereta bawah tanah segera dievakuasi. Lampu lalu lintas padam, menyebabkan kemacetan lalu lintas di kota-kota terbesar di negara itu, sementara armada bus listrik dikerahkan untuk membantu mobilitas dalam kota.
Pilihan editor: Trump Tak Mau Lagi Kirim Bantuan Militer ke Ukraina