Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pabrik Nutella terbesar di Prancis kembali beroperasi pada Senin, 25 Februari 2019 setelah ditutup sementara atas dugaan cacat kualitas. Penutupan dilakukan selama lima hari.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Kami sudah memulai lagi hari ini pada pukul 6 pagi. Kapasitas produksi kami ini sekarang 100 persen," kata Ferrero France, produsen yang memproduksi Netella.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Nutella. bbc.com
Nutella menghentikan sementara produksinya setelah munculnya dugaan cacat kualitas sehingga membatasi jumlah produksi. Ferrero France tidak merinci alasan penghentian sementara, perusahaan hanya mengatakan masalah ini muncul pada tahap awal, yakni di level penggilingan dan pemanggangan kacang hazelnuts.
"Segala kekhawatiran sudah dicabut. Kami dapat mengatakan produk kami di pasaran saat ini tidak ada yang terkena dampak situasi ini ( cacat kualitas) dan suplai kami ke kustomer berjalan tanpa hambatan," kata Ferrero France.
Pabrik Nutella terbesar berlokasi di Normandia, Prancis, dan memproduksi sekitar 600.000 toples selai cokelat Nutella per hari atau sekitar seperempat suplai Nutella ke seluruh dunia. Meski pabrik terbesarnya berlokasi di Prancis, pemilik Nutella, Ferrero adalah orang Italia.
Selain Nutella, Ferrero France juga memproduksi cokelat Rocher dan permen Tic Tac mints. Perusahaan ini memiliki hampir 30 ribu karyawan dan 22 pabrik di seluruh dunia.
MUHAMMAD HALWI | Independent.co.uk | Malaymail.com