Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Ribuan Pendukung Yoon Suk Yeol Berunjuk Rasa Tolak Pemakzulan

Ribuan pendukung Yoon Suk Yeol menolak putusan pemakzulan oleh Mahkamah Konstitusi Korea Selatan

5 April 2025 | 21.14 WIB

Yoon Suk Yeol di Washington, Amerika Serikat, April 2023. Shutterstock/Paul Froggatt
Perbesar
Yoon Suk Yeol di Washington, Amerika Serikat, April 2023. Shutterstock/Paul Froggatt

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta -Ribuan orang berunjuk rasa di Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu, 5 April 2025 untuk mendukung mantan presiden Yoon Suk Yeol, yang dicopot dari jabatannya sehari sebelumnya karena deklarasi darurat militer yang gagal.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan dengan suara bulat memutuskan pada Jumat lalu untuk mencopot Yoon atas upaya pada tanggal 3 Desember untuk menumbangkan pemerintahan sipil. Tindakan Yoon memicu pemilihan umum baru yang akan diadakan pada bulan Juni setelah berbulan-bulan terjadi kekacauan politik.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dilansir dari Arab News, penantian yang lama untuk putusan pengadilan telah meningkatkan ketegangan di negara tersebut, termasuk dukungan sayap kanan untuk Yoon dan demonstrasi mingguan yang dilakukan oleh para pesaingnya di ibu kota Seoul.

Para pendukung Yoon turun ke jalan di ibu kota dan menerjang hujan pada Sabtu pekan ini sambil meneriakkan "pemakzulan tidak sah!" dan "batalkan pemilihan umum dadakan!"

"Keputusan Mahkamah Konstitusi menghancurkan demokrasi bebas negara kita," kata pengunjuk rasa Yang Joo-young, 26 tahun. "Berbicara sebagai seseorang yang berusia 20-an atau 30-an, saya sangat khawatir tentang masa depan."

Yoon telah membela upaya darurat militernya sebagai hal yang diperlukan untuk membasmi "pasukan anti-negara" dan apa yang ia klaim sebagai ancaman dari Korea Utara.

Di kubu berlawanan, ada banyak kegembiraan di Seoul pada Jumat lalu dari mereka yang menentang pemerintahan Yoon. Orang-orang berpelukan dan menangis setelah putusan itu disampaikan.

Namun, Yoon telah mendapatkan dukungan dari tokoh-tokoh agama ekstrem dan YouTuber sayap kanan. Menurut para ahli, tokoh-tokoh itu menggunakan informasi yang salah untuk mendapatkan dukungan untuk Yoon.

"Kepresidenan Yoon telah mengungkap keretakan masyarakat berdasarkan polarisasi politik dan informasi yang salah," kata Minseon Ku, seorang peneliti pascadoktoral di William & Mary Global Research Institute, dikutip dari Arab News

Pengadilan memutuskan bahwa tindakan Yoon pada Desember telah menimbulkan "ancaman serius" bagi stabilitas negara.

Selanjutnya, para ahli menilai pemimpin oposisi Lee Jae-myung dipandang sebagai calon terdepan dalam pemilihan berikutnya. Partai Lee telah mengambil pendekatan yang lebih mendamaikan terhadap Korea Utara.

Beberapa pendukung Yoon khawatir tentang prospek kepresidenan Lee. "Saya sungguh-sungguh percaya Korea Selatan sudah tamat," kata pendukung Yoon, Park Jong-hwan, 59 tahun. "Rasanya kita sudah beralih menjadi negara sosialis dan komunis."

Pilihan Editor:

Savero Aristia Wienanto

Bergabung dengan Tempo sejak 2023, alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ini menaruh minat dalam kajian hak asasi manusia, filsafat Barat, dan biologi evolusioner.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus