Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Yunani meminta bantuan dari Prancis agar mau meminjamkan sebuah dekorasi dinding dari marmer yang dipajang di museum Louvre untuk dipasang di Parthenon, sebuah kuil Yunani yang dibangun untuk dewi Athena pada abad ke-5 sebelum masehi. Langkah ini terkait peringatan 200 tahun kemerdekaan Yunani yang akan jatuh pada tahun 2021.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sebagai imbalan dipinjamkannya marmer di museum Louvre, Yunani akan meminjamkan kepada museum itu seperangkat koleksi artefak kuno dari perunggu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Sudah ada sebuah proposal yang dilayangkan oleh pihak Yunani dan sedang dievaluasi untuk melihat aspek positifnya. Detailnya akan ditangani oleh Kementerian Kebudayaan di kedua negara. Marmer yang dimaksud hanya dipinjam untuk sementara," kata sumber di pemerintah Prancis, seperti dikutip dari english.alarabiya.net, Sabtu, 28 Agustus 2019.
Kantor berita ANA pada Jumat, 23 Agustus 2019, mewartakan masalah pinjam-meminjam ini telah didiskusikan antara Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di ibu kota Paris, Prancis pada pekan ini.
Kuil Parthenon dibangun pada abad ke 5 sebelum masehi, dimana dekorasi di sana menggambarkan adegan dari pertempuran mitos antar makhluk mitologis Centaurs (setengah manusia setengah kuda) dengan Hercules.
Menurut Louvre, dekorasi dinding yang hendak dipinjam Yunani itu awalnya ditemukan di bagian dasar kuli Parthenon pada 1788 oleh Louis Francois Sebastien Fauvel, seorang diplomat asal Prancis.
Perayaan 200 tahun kemerdekaan kuil Parthenon pada tahun 2021 nanti untuk memperingati pertempuran Inggris, Rusia, dan Prancis yang bertempur di laut melawan pasukan Ottoman di Navarino pada 1827 untuk membantu Yunani memenangkan kemerdekaannya.
Sebagian besar koleksi dinding - dinding marmer di kuil Parthenon di pajang di Museum Inggris di kota London. Yunani sudah lama menggalangkan kampanye agar benda-benda bersejarah itu dipulangkan ke negaranya.