Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bahasa

Berita Tempo Plus

Tak Cukupkah Selamat Pagi?

Mengucap salam berbagai agama secara sekaligus dinilai mubazir. Bahasa Indonesia punya ungkapan salam yang lebih ringkas.

28 Mei 2023 | 00.00 WIB

Tak Cukupkah Selamat Pagi?
Perbesar
Tak Cukupkah Selamat Pagi?

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Toleransi sejatinya keterbukaan kita dalam menerima orang lain yang berbeda agama atau kepercayaan dengan kita.

  • Toleransi, hakikatnya, juga penerimaan kita terhadap orang lain dalam mengamalkan agama atau kepercayaannya.

  • Untuk menjadi toleran, seseorang yang beragama A tak perlu beribadah di tempat ibadah agama B, begitu pun sebaliknya. Seseorang yang beragama C juga tak perlu mengucap salam agama D, demikian pula sebaliknya.

“Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom. Om Swastiastu. Namo Buddhaya. Salam kebajikan.”

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Ahmadul Faqih Mahfudz

Kolumnis, pelayan di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Buleleng, Bali

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus