Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lingkungan

Berita Tempo Plus

Kenapa Elang Flores Terancam Punah

Perjumpaan warga Manggarai Timur dengan elang flores tak sekerap dulu. Hilangnya habitat dan perburuan menjadi pemicunya.

1 September 2024 | 00.00 WIB

Elang Flores di Hutan Lindung Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat Flores, NTT/Usep Suparman
Perbesar
Elang Flores di Hutan Lindung Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat Flores, NTT/Usep Suparman

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

MESKI terakhir kali melihat elang flores (Nisaetus floris) pada 2003, Martinus Firman Jaya, 27 tahun, masih ingat persis kenangan tersebut. Saat itu ia duduk di kelas I sekolah dasar. Firman bersama rekan-rekan sebayanya sedang bermain bola kaki di petak sawah di belakang rumahnya ketika dua ekor ntangis—bahasa daerah Manggarai untuk elang—terbang rendah guna menyambar ayam yang mencari makan.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

Ambrosius Adir berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawaj judul "Elang Flores Terancam Tinggal Nama"

Dody Hidayat

Bergabung dengan Tempo sejak 2001. Saat ini, alumnus Universitas Gunadarma ini mengasuh rubrik Ilmu & Teknologi, Lingkungan, Digital, dan Olahraga. Anggota tim penyusun Ensiklopedia Iptek dan Ensiklopedia Pengetahuan Populer.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus