Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Yamaha dalam beberapa musim terakhir kesulitan untuk bersaing di papan atas Grand Prix MotoGP. Kondisi tersebut tidak terlepas dari masalah mesin motor balap yang tidak dikembangkan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Hal itu dibenarkan langsung oleh Managing Director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis. Dirinya mengatakan bahwa timnya mengalami beberapa masalah pada bagian mesin dalam beberapa tahun terakhir.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Itu dimulai pada musim panas 2020, ketika kami memiliki jenis katup identik yang diproduksi oleh dua pabrikan berbeda. Namun, hanya spesifikasi pabrikan lama yang dihomologasi. Itu terbukti menjadi beban bagi kami di tahun 2020," kata dia, dikutip Tempo.co dari Speedweek.
Situasi ini membuat Yamaha harus kehilangan 50 poin di kejuaraan konstruktor MotoGP pada musim 2020. Performa Yamaha juga tidak membaik di musim berikutnya, karena mereka tidak membuat banyak kemajuan dengan mesinnya.
"Untuk tahun 2021 kami tidak membuat banyak kemajuan dengan spesifikasi teknis mesin, tetapi setidaknya kami dapat menyelesaikan masalah katup dan mengembalikan keandalan ke pabrikan," jelas Lin Jarvis.
“Selain itu, klep 2021 sudah sesuai regulasi. Tetapi karena pembatasan Covid, dengan alasan biaya, disepakati bahwa spesifikasi mesin dari 2020 juga akan berlaku hingga 2021. Jadi tidak ada pengembangan lebih lanjut yang mungkin dilakukan,” tambah dia.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa tim pabrikan Yamaha sebenarnya berniat untuk melakukan pengembangan mesin pada motor balapnya. Akan tetapi, karena kekhawatiran soal stabilitas, Yamaha memilih untuk menggunakan mesin yang sama dalam tiga musim beruntun.
“Kemudian musim 2022 tiba dan seperti semua pabrikan, kami memiliki niat untuk meningkatkan mesin kami dan melangkah maju dengan pembangkit tenaga yang dimodifikasi,” ujar Lin Jarvis.
“Namun sebelum musim balap 2022 ada kekhawatiran tentang stabilitas. Jadi diputuskan untuk tidak menggunakan mesin yang sama seperti tahun 2021. Ini berarti mesin kami memiliki tingkat performa yang sama tahun lalu selama tiga tahun berturut-turut,” tutup dia.
SPEEDWEEK
Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto