Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Teknologi & Inovasi

Berita Tempo Plus

Bisakah Kacang Koro Pedang Menggantikan Kedelai?

Petani mengembangkan koro pedang buat menggantikan kedelai impor. Ditanam di lahan mineral, marginal, gambut, dan bekas tambang.

10 September 2023 | 00.00 WIB

Petani menanam koro pedang di lahan gambut di Desa Sungai Besar, Matan Hilir Selatan, Ketapang, Kalimantan Barat, Juni 2023/Kusnadi/Tropenbos Indonesia
Perbesar
Petani menanam koro pedang di lahan gambut di Desa Sungai Besar, Matan Hilir Selatan, Ketapang, Kalimantan Barat, Juni 2023/Kusnadi/Tropenbos Indonesia

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Kacang koro pedang berpotensi menggantikan kedelai impor sebagai bahan baku tempe karena kandungan nutrisinya nyaris serupa.

  • Indonesia mengimpor kedelai putih 2,5-3 juta ton setiap tahun.

  • Selain menjadi tanaman pertanian, kacang koro pedang bisa menjadi tanaman perintis di lahan bekas tambang emas.

INOVASI itu berawal dari segenggam bibit kacang koro pedang yang diperoleh Agus Somamihardja dari ibu petani di Situbondo, Jawa Timur, sekitar lima tahun lalu. Agus semringah karena bibit yang ditanam di kebun rumahnya itu tumbuh subur dan menghasilkan biji seukuran kuku jari tangan orang dewasa. Kini dari 15 biji telah berkembang berhektare-hektare tanaman bernama ilmiah Canavalia ensiformis itu. “Tiap panen sebagian dijadikan bibit dan disebar terus ke petani-petani mandiri,” kata Agus, yang mendirikan Eduwisata Kacang Koro Pedang di kediamannya di Bogor Barat, Jawa Barat.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Koro Pedang Pengganti Kedelai Impor"

Dody Hidayat

Bergabung dengan Tempo sejak 2001. Saat ini, alumnus Universitas Gunadarma ini mengasuh rubrik Ilmu & Teknologi, Lingkungan, Digital, dan Olahraga. Anggota tim penyusun Ensiklopedia Iptek dan Ensiklopedia Pengetahuan Populer.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus