Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Kacang koro pedang berpotensi menggantikan kedelai impor sebagai bahan baku tempe karena kandungan nutrisinya nyaris serupa.
Indonesia mengimpor kedelai putih 2,5-3 juta ton setiap tahun.
Selain menjadi tanaman pertanian, kacang koro pedang bisa menjadi tanaman perintis di lahan bekas tambang emas.
INOVASI itu berawal dari segenggam bibit kacang koro pedang yang diperoleh Agus Somamihardja dari ibu petani di Situbondo, Jawa Timur, sekitar lima tahun lalu. Agus semringah karena bibit yang ditanam di kebun rumahnya itu tumbuh subur dan menghasilkan biji seukuran kuku jari tangan orang dewasa. Kini dari 15 biji telah berkembang berhektare-hektare tanaman bernama ilmiah Canavalia ensiformis itu. “Tiap panen sebagian dijadikan bibit dan disebar terus ke petani-petani mandiri,” kata Agus, yang mendirikan Eduwisata Kacang Koro Pedang di kediamannya di Bogor Barat, Jawa Barat.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Koro Pedang Pengganti Kedelai Impor"