Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Bimo Adityarahman Wiraputra, meraih medali emas di ajang International Mathematic Competition (IMC) 2018 di Bulgaria. Lomba yang diikuti mahasiswa program studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB itu melibatkan 352 peserta dari penjuru dunia. Mereka berkompetisi sejak 22-28 Juli 2018.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Lewat siaran pers ITB Senin 30 Juli 2018, Bimo tidak menyangka bisa meraih medali emas di kompetisi itu. Medali emasnya ia persembahkan untuk ITB, orangtua, rekan setim dan pembimbing.
"Pastinya senang dan bersyukur bisa meraih juara, ini suatu kebanggan tersendiri," kata Bimo.
Persiapan menjelang lombanya yaitu latihan mengerjakan soal bersama pembimbing dan rekan satu tim dari ITB. Di rumah, dia sering membaca kembali buku-buku dan topik yang sekiranya bakal diujikan dalam tes.
Sebab, menurut dia, soal-soal yang diujikan di International Mathematic Competition lebih sulit tingkatannya dibandingkan Olimpiade Matematika. "Selama ikut lomba, ada beberapa soal yang diujikan, mulai dari tingkatan mudah, sedang dan sulit, semuanya bisa dilewati dengan baik," ujarnya.
Bimo sangat menyukai analisis riil dan kombinatorika dalam matematika. Setelah meraih medali emas, ia akan lebih fokus mendalami dunia informatika sesuai dengan program studinya saat ini.
Dosen muda Kelompok Keahlian Aljabar Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB Afif Humam mengatakan, prestasi itu mengulang kesuksesan untuk kedua kalinya. Sebelumnya ada mahasiswa ITB Muhammad Al-Kahfi yang menjadi kampiun di ajang yang sama pada 2015.
"Tahun lalu kita dapat juara kedua dan ketiga," ujarnya. Afif membimbing tim mahasiswa ITB di ajang itu termasuk Bimo. Ketiga rekan setim yaitu Hopein Cristofen Tang meraih juara ketiga, Laurence Petrus Wijaya dan Mochammad Zulfikar Aditya mendapat Honorable Mention.
Peserta International Mathematic Competition dari Indonesia harus melewati seleksi ketat. Peserta seleksi merupakan 20 orang mahasiswa yang pernah ikut Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam pada Mei lalu dan mendapatkan medali serta honorable mention. Perwakilan ITB paling banyak ikut seleksi dengan 6 mahasiswa. Selanjutnya ke-20 peserta itu disaring sampai mengerucut menjadi 9 orang yang berhak ikut IMC.
Selama proses bimbingan, kata Afif, mahasiswa lebih banyak belajar soal-soal secara mandiri. Alasannya karena mereka sudah diberikan bimbingan maksimal ketika olimpiade nasional. Dia mengatakan, mahasiswa ITB bisa dibilang punya kelebihan ketika ikut kompetisi lantaran soal-soal yang ada di ujian mata kuliah sudah hampir setingkat dengan olimpiade.
"Jadi memang secara pelatihan sebagai pembina di sini tidak begitu banyak memberi materi. Jadi lebih dominan ini hasil belajar mereka sendiri," ujarnya. Dia berharap tahun-tahun berikutnya lebih banyak mahasiswa ITB yang ikut kompetisi, dan mengharumkan nama ITB serta Indonesia di dunia.
Simak kabar terbaru lainnya dari ITB hanya di kanal Tekno Tempo.co.