Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Teknologi & Inovasi

Berita Tempo Plus

Menanam Chip Komputer di Otak

Elon Musk memamerkan antarmuka komputer-otak Neuralink. Perangkat ini suatu hari nanti diharapkan dapat digunakan untuk memulihkan gerakan pada orang yang lumpuh dan memungkinkan manusia mengintegrasikan komputer ke dalam otak mereka.

26 September 2020 | 00.00 WIB

Ellon Musk menunjukan Chips buatan Neuralink yang dimasukan ke kepala binatang, dalam Live Streaming di Channel Neuralink, Agustus 2020./Youtube/Neuralink
Perbesar
Ellon Musk menunjukan Chips buatan Neuralink yang dimasukan ke kepala binatang, dalam Live Streaming di Channel Neuralink, Agustus 2020./Youtube/Neuralink

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Neuralink, perusahaan milik Elon Musk, berhasil mencangkokkan chip komputer ke otak babi bernama Gertrude.

  • Keberhasilan ini membuka jalan untuk menanamkan chip serupa ke otak manusia buat memulihkan gerakan pada orang yang lumpuh, membuat visual buatan untuk orang yang mengalami kebutaan, dan memungkinkan manusia mengintegrasikan komputer ke dalam otak mereka.

  • Beberapa kalangan pesimistis terhadap gagasan menanamkan chip ke otak manusia yang sangat kompleks karena memiliki 3 miliar sel saraf. Selain itu, faktor keamanan dalam mencangkokkan chip ke otak manusia menjadi tantangan berat dalam mewujudkan teknologi

BOS dan pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk, dengan bangganya memamerkan chip otak buatan perusahaannya, Neuralink, untuk pertama kalinya. Dalam sebuah pengumuman secara online pada Jumat, 28 Agustus lalu, Musk mendemonstrasikan unjuk kerja purwarupa chip dari perusahaan yang didirikan pada 2016 itu menggunakan babi bernama Gertrude. Chip itu telah ditanamkan di otak Gertrude dua bulan sebelumnya.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Abdul Manan

Meliput isu-isu internasional. Meraih Penghargaan Karya Jurnalistik 2009 Dewan Pers-UNESCO kategori Kebebasan Pers, lalu Anugerah Swara Sarasvati Award 2010, mengikuti Kassel Summer School 2010 di Jerman dan International Visitor Leadership Program (IVLP) Amerika Serikat 2015. Lulusan jurnalisme dari kampus Stikosa-AWS Surabaya ini menjabat Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen Indonesia 2017-2021.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus