Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bandung - Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung tanpa lonjakan setelah sepekan Hari Raya Idul Fitri pada 12-13 Mei 2021.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sejauh ini menurut Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS Bandung, Muhammad Kamaruzzaman, keterisian ruangan sama seperti April 2021. “Masih jauh di bawah saat awal tahun lalu,” katanya, Kamis 20 Mei 2021.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pada Januari lalu RSHS Bandung harus menambah ruangan dan puluhan ranjang baru karena tren kasus Covid-19 meningkat sejak November 2020. Katerisian pasien mencapai 90-an persen dari daya tampung yang ada di ruang perawatan maupun Intensive Care Unit (ICU). “Sampai sekarang ruang ICU tampak stabil rata-rata di atas 70 persen,” ujarnya.
Sesuai jenjang rujukan, RSHS Bandung menjadi yang tertinggi dengan penanganan kasus pasien Covid-19 yang tergolong bergejala sedang hingga berat.
Berdasarkan data selama April 2021, tingkat keterisian pasien Covid-19 adalah 61 orang dari total 308 kamar atau sebanyak 19,81 persen. Pasien kelas berat yang membutuhkan alat pernapasan 67,62 persen. Sementara 108 ranjang di tiga ruang isolasi perawatan kosong tidak terisi.
Adapun selama 1-19 Mei 2021, total keterisian ranjang pasien Covid-19 sebesar 27,68 persen. “Untuk RSHS sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 sepertinya belum signifikan,” kata Kamaruzzaman. Dia berharap hingga sepekan ke depan tetap nihil lonjakan pasien.
Ruangan perawatan khusus dengan alat bantu pernafasan terisi 69,11 persen. Sementara ruang isolasi pasien bergejala sedang kini terisi di tiga lantai Gedung Kemuning yang menjadi lokasi khusus pasien Covid-19 di RSHS Bandung. Okupansinya berkisar 25 hingga 40 persen di ketiga lantainya.
Sementara itu statistikawan dari Universitas Padjadjaran Yuyun Hidayat memperkirakan jumlah kasus aktif Covid-19 terus menurun dari setelah Idul Fitri hingga akhir Mei 2021. Prediksinya berdasarkan laporan dari pemerintah yang dikumpulkan dengan periode per pekan.
Pada periode pekan ketiga antara 16-22 Mei 2021, jumlah kasus aktif Covid-19 diprediksi berkisar 68.169-106.403 orang. Adapun kondisi aktual pekan sebelumnya selama 9-15 Mei berjumlah 91.636 orang. “Data kasus aktual 2-8 Mei sebanyak 99.003 orang,” katanya Senin, 17 Mei 2021.
Pada pekan sebelumnya antara 25 April-1 Mei lalu, sempat ada lonjakan dengan jumlah kasus aktif selama sepekan yaitu 100.250 orang. Adapun pada pekan di akhir Mei atau 23-29 Mei, kasus Covid-19 diprediksi antara 48.271 hingga 98.723 orang.
Baca:
Gunung Es Terbesar di Dunia Pecah di Antartika