Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Mitra Kukar membuka peluang lolos ke babak semifinal Piala Gubernur Kaltim setelah menaklukkan PSIS Semarang 3-1 di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu, 25 Februari 2018.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Gol Mitra Kukar dicetak Hendra Bayauw pada menit ke-19 dan 40, serta Rodriguez pada menit ke-25. Sedangkan gol PSIS Semarang dicetak Aldaer Makatindu pada injury time.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Mitra Kukar kini menempati peringkat pertama Grup A dengan koleksi 4 poin, hasil satu kemenangan dan satu kali kalah penalti menghadapi Borneo FC. Sedangkan PSIS di urutan kedua dengan nilai 2.
Pelatih Mitra Kukar, Rafael Berges Marin, memuji kinerja anak asuhnya di laga itu. "Para pemain sudah bekerja keras. Saya pikir kedua tim sangat lelah bermain. Bermain hanya dalam waktu dua hari, recovery yang sedikit. Tapi kami bermain lebih bagus dengan penguasaan bola yang baik," katanya.
Pada laga tersebut Rafael sengaja menerapkan rotasi pemain. Salah satunya dengan menyimpan Dedi Gusmawan dan memainkan Wiganda Pradika. "Problem buat saya adalah pemain saya banyak yang cedera sehingga pada laga ini ada lima perubahan dalam skuad kami. Situasi kami memang begini. Tapi kami percaya akan lebih siap di laga selanjutnya," ucap Rafael.
Pemain Mitra Kukar, Dedi Hartono, bersyukur timnya bisa meraih hasil maksimal dengan kondisi pemain yang tidak lengkap. "Semoga lawan Arema kita dapat hasil maksimal. Mungkin karena lelah, tapi kita harus tetap fokus dan main bagus supaya bisa menang di laga selanjutnya," kata Dedi.
Sementara itu, pelatih PSIS Semarang, Subangkit, menilai kekalahan timnya tidak terlepas dari waktu recovery yang sedikit. Hal ini yang membuat timnya kurang maksimal di babak pertama sehingga tertinggal tiga gol.
"Saya tidak mencari alasan kekalahan. Tapi yang saya tekankan pemain saya recovery-nya sedikit. Terlihat di babak pertama ada sedikit enggan lari," kata Subangkit.
Subangkit menilai recovery yang mepet ini membuat para pemainnya kelelahan. Hal tersebut dibuktikan dengan kecolongan dua gol dari skema serangan balik yang tak mampu diantisipasi pemainnya.
"Kita enggak bisa paksakan pemain komposisi yang ada kita belum pasti. Dalam waktu dekat, kita akan evaluasi. Masalah dua gol dari counter attack di belakang harus lebih siap, sebanyak dua dari tiga gol mereka dari counter attack," tuturnya.
Kapten PSIS, Haudi Abdillah, mengakui bahwa faktor kebugaran pemain bakal menjadi persoalan. "Babak pertama down sehingga ketinggalan 3-0. Tapi di babak kedua kita bermain cukup bagus walau tidak bisa mengejar ketertinggalan," ucapnya.