Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Liga Indonesia

Sempat Ditawari Pendidikan Kepolisian, Bek Persija Jakarta Ilham Rio Fahmi: Saya Pilih Sepak Bola

Pemain Persija Jakarta Ilham Rio Fahmi lebih tertarik menjadi Pegawai Negeri Sipil.

28 Juli 2023 | 16.08 WIB

Pemain Persija Jakarta Ilham Rio Fahmi saat ditemui di Persija Official Store, Plaza Festival, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juli 2023. TEMPO/Randy
Perbesar
Pemain Persija Jakarta Ilham Rio Fahmi saat ditemui di Persija Official Store, Plaza Festival, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juli 2023. TEMPO/Randy

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pemain Persija Jakarta Ilham Rio Fahmi mengatakan sempat ditawari ikut pendidikan kepolisian oleh Presiden Joko Widodo. Namun dia menolak dan tetap memilih menjadi pesepak bola.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Rio tidak berniat masuk ke kepolisian bukan tanpa alasan. Bek sayap berusia 21 tahun itu ingin berfokus berkarier di dunia sepak bola karena merupakan cita-citanya sejak kecil. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Memang saya mengurungkan niat untuk menjadi polisi karena cita-cita saya dari kecil adalah menjadi pemain sepak bola," ujar dia saat ditemui di Persija Official Store, Plaza Festival, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juli 2023.

Sebelumnya, salah seorang pemain Persija Muhammad Ferarri memutuskan meninggalkan klub sementara untuk mengikuti pendidikan kepolisian. Ia sudah absen sejak pekan keempat Liga 1 kala Macan Kemayoran takluk 0-1 dari Persita Tangerang.

Ferarri bukan satu-satunya pemain klub Liga 1 yang memilih ikut pendidikan kepolisian. Sebelumnya, ada delapan nama lain, yaitu Ginanjar Wahyu, Frengky Missa, Kakang Rudianto, Ananda Raehan, Dimas Juliano Pamungkas, Rabbani Tasnim Siddiq, Daffa Fasya Sumawijaya, dan Muhammad Faiz Maulana. Semuanya merupakan pemain timnas U-20 dan U-22 Indonesia.

Berbeda dengan Ferarri, Rio justru lebih tertarik untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia sempat mendapat tawaran tersebut dan akan mempertimbangkannya untuk investasi masa depan.

"Setelah SEA Games 2023 kemarin, saya bertemu dengan Pak Presiden dan mencari kesempatan lain selain menjadi polisi. Saya berharap Pak Presiden bisa menawari saya menjadi PNS. Jadi mungkin teman-teman lain yang tidak menjadi polisi akan memilih PNS," tutur Rio kepada wartawan.

Rio tidak memungkiri bahwa penting bagi dirinya untuk memikirkan masa depan setelah tak menjadi pesepak bola. Ia membuka opsi apa pun penawaran karier selama tidak mengganggu kiprahnya saat ini di dunia olahraga.

"Ke depannya, kalau ada tawaran yang tidak mengganggu sepak bola, pasti akan saya terima. Tapi kalau mengganggu karier sepak bola saya, ya saya tetap pilih sepak bola," ucap pemain asal Banjarnegara, Jawa Tengah, itu.

Ingin lebih terhubung dan berdiskusi langsung dengan redaksi Bola dan Sport? Mari bergabung di grup Telegram Olahraga Tempo. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Randy Fauzi Febriansyah

Jurnalis olahraga Tempo

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus