Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta -Perupa Teguh Ostenrik bersama Yayasan Terumbu Rupa akan segera menenggelamkan sepasang instalasi seni piramidanya. Karya berjudul Domus Piramidis Dugong ini akan ditanam di area laut Pulau Bangka Sulawesi Utara.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Tanggal 20 Oktober 2017 ini akan segera ditanam,” ujar Teguh kepada Tempo, Senin, 16 Oktober 2017.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Instalasi ini menyerupai sepasang piramida yang disandingkan, piramida itu dilengkapi ornamen berbentuk dugong atau ikan duyung. Ornamen ikan duyung dipilih menghiasi piramida ini karena Pulau Bangka ini merupakan habitat binatang tersebut.
”Instalasi ini juga untuk menyelamatkan lingkungan dan mengembalikan keindahan laut Pulau Bangka.”
Sebelum Domus Piramidis Dugong, beberapa karya Teguh sebelumnya telah ditanam di Pulau Sepa, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Karya tersebut antara lain Domus Arcae Similis, Domus Piramidis Antennarius , Domus Piramidis Selaroides. Karya lainnya berada di Pulau Lombok.
Seperti sebelumnya, instalasi seni rupa ini disusun dari besi dan plat dan menggunakan teknologi biorock. Dengan teknologi ini mempercepat instalasi menjadi terumbu karang yang menjadi rumah ikan. Di beberapa bagian instalasi akan dicangkokan pula beberapa potong koral atau terumbu. Instalasi ini berfungsi sebagai konduktor katoda dan listrik yang mengalir sebagai anoda.
Listrik yang berasal dari panel surya di permukaan laut akan memecah kandungan air laut menjadi hydrogen dan oksigen. Pada permukaan besi akan terbentuk karang solid yang tersusun dari kalsium karbonat dan magnesium hidroksida. Kedua zat ini akan mempercepat pertumbuhan terumbu karang.
DIAN YULIASTUTI