MESKIPUN batal menjadi duta resmi Indonesia di pemilihan Miss Universe, Indira Soediro tetap hadir dalam puncak acara tersebut di Meksiko. Dan kedatangan Indira yang bukan sebagai peserta itu justru menarik perhatian khalayak di sana. Mulai dari pakaian gaya sarungnya yang dirancang oleh Ghea sampai pernak-pernik aksesori tradisional yang dikenakannya. Puncaknya, pada acara koktail yang dihadiri semua peserta, Indira pun didaulat untuk bicara. Saat itu banyak yang menanyakan sebab-musabab batalnya keikutsertaan Indira dalam kontes tersebut. ''Saya katakan kepada mereka bahwa itu masalah intern antara Pemerintah dan pihak yayasan. Yang jelas, saya berusaha tetap jadi warga negara yang baik, meskipun kecewa,'' kata Indira. Ketika disinggung soal ukuran vital dan baju renang yang menghambat Indira, banyak peserta yang menyayangkan hal tersebut. Soalnya, seperti dilihat sendiri oleh Indira, selama pemilihan tidak pernah dilakukan pengukuran tubuh peserta. Kalaupun ada peragaan pakaian renang, itu maksudnya adalah baju renang yang sudah dimodifikasi. Indira mengaku agak bingung menjawab ketika yang bertanya adalah peserta dari Turki dan Libanon. ''Mereka bilang, bukankah budaya Indonesia tidak terlalu asing dengan 'ketelanjangan' seperti yang terlihat pada kesenian suku Asmat dan Bali? Saya pikir-pikir, itu betul juga, ya,'' cetus Indira. Seandainya jadi peserta, Indira yakin bisa meraih satu nomor penghargaan. Apalagi sejumlah pengamat di kontes tersebut meyakinkan Indira bahwa ia figur yang potensial untuk mencapai final. ''Paling tidak, saya tidak akan bersikap pesimistis,'' katanya. Sayang sekali, kesempatan bagus untuk Indonesia ini jadi sia-sia. Padahal, media massa Indonesia banyak yang masih memuat potret artis seronok atau iklan pelangsing tubuh yang posenya jauh lebih ''panas'' ketimbang pose calon Miss Universe. Tetapi, dengan hadirnya di Meksiko, sebagian kekecewaan Indira bisa terobati. Toh masih ada hikmah lain, yaitu tawaran untuk jadi model iklan dari sejumlah pengusaha internasional yang hadir. Namun, menurut calon sarjana ekonomi Universitas Trisakti ini, maksud utama kedatangannya bukanlah untuk itu. Jadi? ''Ya, saya pikir-pikir dulu.''
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini