Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Ahok Bebas, Sejuta Teman Belum Siapkan Sambutan Istimewa

Teman Ahok yang kini berubah nama menjadi Sejuta Teman Ahok belum merancang agenda khusus untuk menyambut momentum Ahok bebas dari penjara.

23 Januari 2019 | 05.19 WIB

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama nonton film 3 Srikandi bersama pendukungnya Teman Ahok dan simpatisan warga Jakarta di Balai Sarbini pada Kamis, 24 November 2016. Tempo/Avit Hidayat
Perbesar
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama nonton film 3 Srikandi bersama pendukungnya Teman Ahok dan simpatisan warga Jakarta di Balai Sarbini pada Kamis, 24 November 2016. Tempo/Avit Hidayat

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Teman Ahok yang kini berubah nama menjadi Sejuta Teman Ahok belum merancang agenda khusus untuk menyambut momentum Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok bebas dari penjara.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu bakal dinyatakan bebas murni dari kurungan pada 24 Januari 2019. "Kami masih belum punya rencana apa-apa terkait penyambutan atau sejenisnya," kata Koordinator Sejuta Teman, Muhamad Fathony, saat dihubungi melalui pesan pendek pada Selasa petang, 22 Januari 2019.

Tak seperti biasanya yang selalu berada di barisan depan kala membela Ahok, Sejuta Teman memiliki alasan khusus untuk tak menyambut kebebasan mantan politikus itu secara istimewa. Menurut Fathony, kelompoknya tengah mengindahkan pesan Ahok ihwal momentum kebebasannya dari bui.

Ahok menyampaikan pesan itu melalui surat terbuka untuk masyarakat yang ia tulis pada 17 Januari lalu. Surat dua halaman yang ia tulis dengan tinta biru tersebut bermuatan banyak hal.

Salah satu poin yang disampaikan, ia meminta pendukung atau kerabatnya tidak melakukan penyambutan apa pun. Imbauan ini untuk menanggapi rencana sejumlah orang yang dikabarkan bakal menginap di depan Mako Brimob dan Lapas Cipinang menjelang ia bebas pada Kamis nanti.

Menurut Ahok, ia bebas saat hari orang bekerja. Penyambutan yang meriah di Mako Brimob atau Lapas Cipinang diprediksi malah bakal mengganggu aktivitas, juga lalu-lintas warga.

Meski demikian, Fathony tak menampik anggota kelompoknya sedianya telah merencanakan penyambutan. "Beberapa teman sih ada yang sudah melontarkan usul untuk bikin sesuatu. Tapi, belum ada pembicaraan lebih serius," ucapnya.

Ihwal bebasnya Ahok, Fathony mengakui topik ini telah menjadi perbincangan hangat di grup WhatsApp Sejuta Teman. Rata-rata menyatakan ketidaksabarannya menanti Ahok bebas murni. Apalagi, para pendukung loyal tersebut mengaku sudah lama tak bertemu Ahok.

"Kami sudah lama tidak berkomunikasi dengan beliau," ucapnya. Fathony menyatakan tak terburu-buru mengadakan seremoni untuk menandai momentum Ahok bebas. Ia dan rekan sejawatnya lebih dulu memberi ruang privasi bagi terpidana kasus penistaan agama itu.

Francisca Christy Rosana

Lulus dari Universitas Gadjah Mada jurusan Sastra Indonesia pada 2014, ia bergabung dengan Tempo pada 2015. Kini meliput isu politik untuk desk Nasional dan salah satu host siniar Bocor Alus Politik di YouTube Tempodotco. Ia meliput kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke beberapa negara, termasuk Indonesia, pada 2024 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus