Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Atasi Kemacetan, Depok Bangun Underpass Dewi Sartika

Proses pembangunan underpass Dewi Sartika sudah dimulai dengan masuknya tahapan kontrak untuk feasiblity studies dan detail engineering design.

14 Agustus 2019 | 21.06 WIB

Jalan Dewi Sartika, Depok akan diberlakukan sistem satu arah, 23 Juli 2017. TEMPO/Imam Hamdi
Perbesar
Jalan Dewi Sartika, Depok akan diberlakukan sistem satu arah, 23 Juli 2017. TEMPO/Imam Hamdi

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Depok – Pemerintah Kota Depok akan membangun underpass di Jalan Dewi Sartika, Kota Depok untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan itu. Pembangunan underpass Dewi Sartika itu akan dilakukan di sekitar persimpangan rel kereta.

“Kawasan itu memang sering sekali terjadi kepadatan kendaraan, karena dekat persimpangan dan jalur kereta,” kata Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna kepada Tempo, Rabu, 14 Agustus 2019.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pradi mengatakan, pada jam sibuk tak jarang lokasi itu sering dikeluhkan masyarakat akibat antrian kendaraan yang mengular, mulai dari pertigaan antara Jalan Dewi Sartika dengan Jalan Raya Kartini hingga ke Jalan Raya Sawangan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

“Bukan hanya Dewi Sartika, dekat stasiun Citayam juga begitu, makanya kami berniat membangun underpass di kedua jalan itu,” kata Pradi.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan kemacetan yang terjadi di kedua jalan itu, baik di Jalan Dewi Sartika maupun Jalan Raya Citayam, selalu terjadi pada jam-jam sibuk pagi dan sore.

“Untuk pagi, peak hournya dari pukul 06.00 hingga 08.00, sedangkan pada sore hari mulai pukul 16.00 hingga 20.00,” kata Dadang.

Menurut dia, kemacetan itu dipengaruhi karena headway atau jarak waktu KRL yang lewat di lokasi itu berdurasi 3 sampai 5 menit. “Kondisi weekend peak hournya mulai dari pukul 11.00 hingga 20.00,” kata Dadang.

Dadang mengatakan kondisi peak hour baik di weekend maupun weekday pun bervariatif, mengingat pola pergerakan orang di dalam kota pada weekend sekitar 85 persen. Sedangkan pada weekday pola, pergerakannya 60 persen keluar dan 40 persen di dalam. “Paling padat di weekend minggu pertama dan keempat setiap bulannya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat Koswara mengatakan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) pembangunan underpass di Jalan Dewi Sartika sudah memasuki tahap kontrak. “Saat ini sudah masuk tahap kontrak, sampai akhir tahun nanti,” kata dia kepada Tempo.

Bukan hanya Jalan Dewi Sartika, Koswara menyebut pembangunan Flyover Kawasan Stasiun Citayam Perbatasan Depok juga telah memasuki tahap yang sama. Usai pembuatan FS dan DED, kegiatan selanjutnya adalah pembangunan konstruksi yang ditargetkan dimulai proses lelang pada awal tahun mendatang. “Lelang fisik tahun 2020, setelah FS dan DED ini jadi,” kata Koswara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo melalui website lelang resmi Pemprov Jawa Barat, anggaran untuk FS dan DED pembangunan Underpass Dewi Sartika mencapai Rp 1,2 miliar. Sementara untuk FS dan DED pembangunan Fly Over Kawasan Stasiun Citayam menghabiskan anggaran Rp 1,4 miliar. Untuk FS dan DED pembangunan Underpass Dewi Sartika dimenangkan oleh PT. Bennanta Jasindo sementara untuk Flyover Stasiun Citayam oleh PT. Hegar Daya.

Ade Ridwan

Lulusan sarjana Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957. Memulai karier jurnalistik di Tempo sejak 2018 sebagai kontributor. Kini menulis untuk desk hukum dan kriminal

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus