Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bogor - Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Andi Muhammad Dicky menyatakan tidak ada surat pemberitahuan ke Polres Bogor tentang kegiatan Tea Walk di Puncak, yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sabtu pagi, 21 Oktober 2017. Kegiatan di kawasan Perkebunan Teh Gunung Mas itu, diikuti sekitar 15 ribu karyawan Pemprov DKI Jakarta.
"Kami juga kaget ada acara ini, tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada kami pihak kepolisian," kata Andi Mohammad Dicky, Sabtu, 21 Oktober 2017.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Padahal acara Tea Walk, yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama 15 ribu orang pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, menjadi penyebab utama kemacetan parah di jalur Puncak. Macet di jalur Puncak terjadi sejak Sabtu pagi hingga siang.
Baca: Sejak 2012, Baru Gubernur Anies Ikut Acara Korpri DKI di Puncak
"Kalau diberi tahu kan bisa kita antisipasi, kita arahkan misalnya kita sampaikan agar pakai bus bukan mobil pribadi dan kami kawal bukan sporadis pakai mobil pribadi," kata Andi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Daya tampung parkir lokasi wisata kebun teh Gunung Mas bila dikunjungi lebih 10 ribu orang dan semua pengunjung membawa mobil pribadi tentu akan overloaded, "Akibatnya sebagian besar mobil pribadi yang dibawa oleh masyarakat akan diparkir sampai pinggir Jalan Raya Puncak," kata dia.
Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama mengatakan, untuk mengurai kemacetan dan kepadatan kendaraan di kawasan Puncak, pihaknya menutup akses pintu masuk ke Gunung Mas karena banyak kendaraan peserta Tea Walk diparkir di pinggir jalan raya.
Baca: Lawan Arus Saat One Way, Suami dan Istri Tewas di Jalur Puncak
"Kalo lihat tadi, kendaraan mereka tidak teratur parkir di dalam, sehingga sampai keluar Gunung Mas, mengakibatkan kemacetan parah di jalur Puncak," kata dia.
Polres Bogor mengimbau jajaran Pemprov DKI Jakarta yang ikut acara Tea Walk agar mentaati tata tertib lalu lintas. "Kami memberi tahu kepada panitia DKI Jakarta untuk tetap tertib dalam berkendara dan tidak melawan arus sehingga membahayakan pengendara lain," katanya.