Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Ini 5 Kritik YLKI Usai Jajal Kereta MRT Jakarta

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mencatat 5 kritik usai mengikuti uji coba MRT Jakarta untuk publik.

20 Maret 2019 | 13.46 WIB

Sejumlah anak bersama orangtuanya mencoba MRT di Stasiun Bundaran Hotel Senayan, Jakarta, Ahad,17 Maret 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Perbesar
Sejumlah anak bersama orangtuanya mencoba MRT di Stasiun Bundaran Hotel Senayan, Jakarta, Ahad,17 Maret 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mencatat 5 kritik usai mengikuti uji coba MRT Jakarta untuk publik. Salah satu kritiknya adalah minimnya tanda untuk memandu penumpang. 

Baca: Anies Klaim Pemerintah Pusat Setuju MRT Fase II Lewati Monas

Tulus menyampaikan perlunya penandaan di stasiun dan kabin kereta guna memberikan informasi serta edukasi untuk penumpang. "Di kabin kereta tidak ada penandaan sebagaimana penandaan di KRL Jabodetabek," kata Tulus dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 20 Maret 2019.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Menurut Tulus, PT Mass Rapid Transit luput soal tanda larangan bersandar di depan pintu. Selain itu juga tak ada tanda larangan makan dan minum di dalam kereta serta ruang tinggu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Kekurangan MRT Jakarta berikutnya adalah tak ada pemberitahuan berupa suara atau tulisan saat pintu MRT akan ditutup. "Padahal ini sangat penting bagi konsumen, apalagi jika penumpangnya penuh sesak," ujar Tulus.

Kritik ke-4 adalah belum ada penandaan terkait peta yang menggambarkan rute dan jaringan MRT, baik di stasiun dan atau kabin kereta. Termasuk perlu adanya informasi rute jaringan angkutan umum sebagai pengumpan MRT, di masing-masing stasiun. "Ini sangat penting agar konsumen tidak bingung mau naik apa, setelah turun dari MRT," tambahnya. 

Dia meminta PT MRT segera melengkapi penandaan-penandaan itu. Menurut dia, informasi yang edukatif diperlukan untuk mendorong perubahan perilaku penumpang MRT.

Catatan terakhir YLKI adalah tidak ada rak bagasi di kabin kereta. Jika merujuk pada KRL Jabodetabek maka ada rak bagasi, juga MRT di Jepang.

Tulus mengatakan humas MRT Jakarta menyebut space rak bagasi akan dipakai untuk iklan. "Iklan boleh tapi jangan mengurangi hak dan kenyamanan konsumen. YLKI menyarankan rak bagasi tetap ada, walau mungkin tidak secara full," katanya.  

Baca: Anies Baswedan Sebut Operasional Komersil MRT Jakarta 1 April

Di sisi lain, YLKI mengapresiasi fasilitas lain yang sudah tersedia baik di stasiun ataupun kereta MRT Jakarta. Misalnya, kereta tak mengeluarkan suara bising saat dioperasikan. Kecepatan kereta pun stabil. Semua ruang tunggu di stasiun juga dilengkapi pembatas yang bisa dibuka dan ditutup otomatis sebelum penumpang naik atau turun kereta.

Lani Diana

Menjadi wartawan Tempo sejak 2017 dan meliput isu perkotaan hingga kriminalitas. Alumni Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bidang jurnalistik. Mengikuti program Executive Leadership Program yang diselenggarakan Asian American Journalists Association (AAJA) Asia pada 2023.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus