Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sepekan setelah kematian aktivis hak asasi manusia Munir Said Thalib pada 7 September 2004 waktu Belanda, Rachland Nashidik, Direktur Program Imparsial saat itu, mendengar kabar: Munir dibunuh dengan racun arsenik. "Sudah ada info dari Belanda," katanya dua pekan lalu. Kabar ini kemudian memang benar.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo