Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pulang ke Solo setelah kunjungan kerja ke Manado pada Ahad pekan lalu, 22 Januari 2022, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapatkan kejutan dari putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Dalam acara makan bersama keluarga, Kaesang tiba-tiba menyatakan keinginannya untuk ikut terjun ke dunia politik.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Saya ya kaget dia secara terbuka menyampaikan ke saya bahwa dia ada ketertarikan ke dunia politik," ucap Wali Kota Solo yang juga merupakan putra pertama Jokowi, Gibran Rakabuming Raka kepada awak media di Balai Kota Solo, Selasa, 24 Januari 2023.
Gibran menyebut Jokowi dan Iriana pun ikut kaget mendengarnya. Ditanya alasan Kaesang, Gibran mengaku tidak tahu-menahu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Ndak (Tidak) tahu saya, saya kan baru dengar kemarin. Biasane ora tau ngomongke (biasanya tidak pernah membicarakan) itu," tuturnya.
Ditanya tentang komentar Jokowi setelah mendengar keinginan Kaesang, Gibran hanya mengatakan sang ayah juga kaget. "(Jokowi) Kaget. Setelah kaget, ya lanjut makan lagi," kata Gibran.
Kekagetan Jokowi dan Gibran itu cukup beralasan. Pasalnya, dalam beberapa kesempatan sebelumnya Kaesang secara terbuka menyatakan ingin terlebih dahulu fokus ke bisnis yang dia jalani.
Dalam sebuah siniar, dia bahkan sempat menyatakan kasihan melihat pendapatan kakaknya Gibran Rakabuming sebagai Wali Kota Solo. Dia mengaku lebih ingin menikmati hidup ketimbang menjadi pejabat yang mengurusi rakyat.
"Mending saya nyantai-nyantai, zoom call, menikmati hidup," kata Kaesang.
Selanjutnya, tawaran dari berbagai partai politik
Kabar ketertarikan Kaesang Pangarep masuk ke dunia politik pun langsung menarik perhatian sejumlah partai. Golkar, PKB hingga PSI membuka pintu selebar-lebarnya kepada Kaesang untuk bergabung dengan mereka.
Ketua Harian Partai Golkar Kota Solo, Bandung Joko Suryono, misalnya mempersilakan Kaesang bergabung dengan partainya.
"Kalau misalnya yang dipilih Mas Kaesang parpol lain (bukan PDIP), contoh Partai Golkar, ya sebagai kader dan pengurus Partai Golkar kami akan sangat welcome. Justru bisa saja sangat kami harapkan (Kaesang) untuk bergabung dengan Partai Golkar," ucap Bandung kepada Tempo melalui sambungan telepon, Sabtu, 28 Januari 2023.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga membuka pintu selebar-lebarnya Kaesang untuk bergabung. Juru Bicara PSI Cheryl Tanzil mengatakan semangat anak muda yang dimiliki Kaesang disebut cocok dengan arah partai yang identik dengan kaum pemuda tersebut.
“Politik membutuhkan darah segar dari anak-anak muda yang memiliki kreativitas dan imajinasi luas. Monggo Mas Kaesang, bisa bergabung dengan PSI,” kata Cheryl dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 29 Januari 2023.
Akan tetapi, PDIP sebagai partai yang menaungi Jokowi dan Gibran Rakabuming langsung memberi sinyal bahwa Kaesang harus bergabung dengan mereka. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan partainya memiliki aturan keluarga kader partai mereka tak boleh bergabung dengan partai lain.
"Ya sekiranya mau masuk, ke PDI Perjuangan; karena kami ini punya aturan bahwa dalam satu keluarga tidak bisa masuk dalam pilihan partai-partai yang berbeda," kata Hasto di Bandung, Sabtu 28 Januari 2023.
Sementara Jokowi menyatakan memberikan kebebasan kepada putranya tersebut untuk bergabung dengan partai mana pun. Dia membenarkan bahwa Kaesang telah menyatakan ketertarikan untuk ikut masuk ke dunia politik.
"Sudah ngomong ke saya, tapi saya selalu memberikan kebebasan kepada mereka," kata Jokowi saat ditemui usai mengumumkan dimulainya kick off di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Ahad, 29 Januari 2022.
Jokowi mengklaim dirinya sama sekali tidak mempengaruhi atau mengambil keputusan soal ketertarikan Kaesang tersebut. "Karena mereka sudah punya keluarga sendiri, harus bertanggung jawab, harus bisa memutuskan sendiri, saya enggak akan ikut-ikut," kata dia.
Selanjutnya, dinasti politik Jokowi
Analis Sosial Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun melihat ada kecenderungan pembangunan dinasti politik model baru dalam rencana terjunnya Kaesang Pangarep ke dunia politik. Pasalnya, selain Gibran Rakabuming Raka yang menjadi Wali Kota Solo, menantu Jokowi, Bobby Nasution, saat ini juga telah menjadi Wali Kota Medan.
Menurut Ubedilah, jenis dinasti politik model baru ini berbeda dengan dinasti poltiik model lama yang mewariskan kekuasaan secara turun menurun. Dalam dinasti politik model baru, kekuasaan diperoleh dengan cara dipilih oleh rakyat melalui pemilu. Akan tetapi, dia menilai kedua dinasti politik ini memiliki tujuan yang sama, yaitu agar keturunannya terus berkuasa dan menguasai sumber daya untuk kelangsungan kekuasaan diri dan keluarganya.
"Jadi jika Gibran, Kaesang, dan lain-lainya keluarga Jokowi untuk maju mengikuti kontestasi secara politik liberal, secara aturan, boleh. Tetapi mereka bisa masuk kategori model baru politik dinasti," kata Ubedilah dalam keterangannya, Sabtu, 28 Januari 2023.
Sebelumnya, Ubedillah yang juga aktivis 98 juga pernah melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan itu perihal dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang lewat bisnis kedua anak Jokowi yang mempunyai relasi dengan perusahaan pembakar hutan, pada Senin, 10 Januari 2022.
“Tidak ada unsur kepentingan politik dalam laporan yang saya buat itu. Saya hanya ingin negeri ini bersih dan terbebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN),” ujar Ubedilah saat dihubungi pada Ahad, 16 Januari 2022.