Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Kalkulasi Bayar Cicilan Kartu Kredit dari Gaji

Berapa persen gaji yang mesti disisihkan untuk membayar cicilan kartu kredit?

28 Oktober 2017 | 11.05 WIB

Penggesekan Ganda Kartu Kredit/Debit
Perbesar
Penggesekan Ganda Kartu Kredit/Debit

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Punya dan memakai kartu kredit sah-sah saja asalkan penggunaannya tidak melampaui batas kemampuan penghasilan bulanan. Kalaupun memakai kartu kredit, idealnya berapa persen gaji yang mesti disisihkan untuk membayar tagihannya?

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Perencana keuangan dari One Shildt, Budi Raharjo CFP mengatakan cicilan kredit jangan lebih dari 35 persen dari total penghasilan bulanan, baik untuk cicilan barang konsumtif dan produktif. Barang konsumtif adalah barang yang dikonsumsi untuk keperluan atau kepuasan pribadi.

Nilai barang konsumtif semakin lama kian turun. Semestinya barang konsumtif dibeli secara tunai meski kadang harganya di luar kemampuan penghasilan rutin. Namun dalam kondisi tertentu, seperti harus mengisi rumah karena baru pindahan, kita dapat membelinya dengan kartu kredit selama masih dalam batas yang sehat untuk kondisi finansial keluarga.

Sedangkan barang produktif adalah barang yang nilainya bisa bertambah seiring waktu berjalan. Contohnya, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Alokasi dana 35 persen ini, menurut Budi, tetap berlaku meski sebuah keluarga punya lebih dari satu kartu kredit. Jika suami-istri masing-masing punya penghasilan, dana untuk membayar tagihan kartu kredit tetap tidak boleh lebih dari 35 persen dari total penghasilan keduanya.

Jika melebihi 35 persen, Budi mengingatkan membesarnya risiko gagal bayar. "Kalau cicilan kartu kredit sampai 35-40 persen dari gaji bulanan, maka lampu merah keuangan keluarga akan menyala karena berdampak gagal bayar," ujarnya. "Apalagi kalau terjadi perubahan kemampuan finansial misalnya, mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK."

Membengkaknya persentase cicilan menjadi salah satu ciri buruknya manajemen keuangan keluarga. Ciri lain, ketika akhirnya tabungan terpakai untuk membayar sebagian besar bahkan keseluruhan cicilan dan terlambatnya membayar cicilan kartu kredit setiap bulan.

Untuk pencegahan, dana darurat perlu disiapkan sebelum mengambil cicilan. Besarnya, minimal 3 kali pengeluaran total bulanan termasuk cicilan. Misalnya, gaji bulanan Rp 10 juta, dan pengeluaran per bulan termasuk cicilan Rp 9 juta rupiah. Maka dana daruratnya sekitar 27 juta.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus