Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Ali Sadikin tak ragu memukul dan memecut anaknya yang berbuat salah.
Ali tak pernah membicarakan masalah pekerjaan dengan keluarganya.
Ali Sadikin menyesal karena tak memberikan waktu lebih banyak untuk anak-anaknya.
DARI loteng rumah, Boy Bernadi Sadikin mendengar langkah Ali Sadikin berderap-derap pada suatu hari, tahun 1971. Boy seketika cemas mengetahui bapaknya berjalan menuju lantai dua griya mereka di Menteng, Jakarta Pusat. Ia tahu Ali sedang naik pitam.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Pecut Kuda di Badan Putra"