Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Berita Tempo Plus

Ali Sadikin: Nakhoda Koppig Ibu Kota

Mengapa kami menerbitkan edisi khusus Ali Sadikin.

13 Agustus 2022 | 00.00 WIB

Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin (kedua kanan) naik mesin giling saat meresmikan pelebaran Jalan Gunung Sahari di Jakarta, 1973. Dok. TEMPO/D.S.Karma
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin (kedua kanan) naik mesin giling saat meresmikan pelebaran Jalan Gunung Sahari di Jakarta, 1973. Dok. TEMPO/D.S.Karma

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

ALI Sadikin ditunjuk oleh Presiden Sukarno sebagai Gubernur Jakarta ketujuh pada 28 April 1966. Alasannya sederhana. Sukarno menilai Ali sebagai pemimpin yang koppig alias keras kepala. Pemimpin besar revolusi itu percaya, Ali dengan sifat kepala batunya sanggup menyelesaikan segala persoalan yang membanjiri Jakarta.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Nakhoda Koppig Ibu Kota"

Stefanus Teguh Edi Pramono

Stefanus Teguh Edi Pramono

Bekerja di Tempo sejak November 2005, alumni IISIP Jakarta ini menjadi Redaktur Pelaksana Politik dan Hukum. Pernah meliput perang di Suriah dan terlibat dalam sejumlah investigasi lintas negara seperti perdagangan manusia dan Panama Papers. Meraih Kate Webb Prize 2013, penghargaan untuk jurnalis di daerah konflik, serta Adinegoro 2016 dan 2019.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus