Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Warga Kampung Malagufuk pernah meninggalkan tanah adat leluhur mereka karena konflik horizontal yang memicu mobilisasi ke Hutan Klaso.
Konflik itu membuat mereka memahami cara mengelola tanah di sekitar mereka.
Tiga komunitas marga Kalami termasuk kelompok masyarakat yang memasuki dan mengelola Hutan Klaso. Mereka membangun perekonomian dengan memanfaatkan alam sekitar.
HARI menjelang senja ketika saya dan komunitas Gelek Malak Kalawilis Pasa tiba di mulut jembatan menuju Hutan Klaso di Ecovillage Malagufuk, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Beberapa lelaki dewasa muda sudah menanti kami di sana. Jembatan berbahan kayu merbau yang kami tapaki itu panjangnya 3,305 meter. Jembatan berujung pada gerbang utama Kampung Malagufuk. Luas kampung ini 2.717,90 hektare.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Aisyah Hilal berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Sebuah Kisah dari Malagufuk"