Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bogor - Pemerintah Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, kembali didemo oleh warganya. Para pengunjuk rasa meminta kasus perusakan kantor desa yang dilakukan massa demo anarkistis pada Sabtu lalu diusut tuntas.
Warga Desa Bojong Koneng yang berdemonstrasi itu, beberapa di antaranya adalah kaum ibu, mendesak kasus perusakan yang dipicu masalah sengketa lahan itu diproses hukum. Alasannya, warga desa merasa dirugikan dan pelayanan jadi terhambat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Kami merasa terganggu dengan dirusaknya fasilitas kantor desa oleh massa yang entah dari mana kemarin datangnya, pelayanan administrasi dan pengambilan sembako pun jadi tertunda gara-gara itu," ucap Siti Masitoh, seorang warga Bojong Koneng, Selasa, 5 Oktober 2021.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Warga lain, Yadi Mulyadi mengatakan kedatangan puluhan warga hari ini menggelar demo damai. Bahkan, demo hari ini mendukung dan meminta pemerintah desa beserta kepolisian terus mengusut dan menangkap oknum-oknum yang merusak fasilitas kantor. Akibat perusakan itu ketenteraman warga desa turut terganggu.
"Sebab ulah perusakan ini, kami justru mendapat pikiran jelek dari pihak luar. Kami dikatakan warga barbar yang tidak tahu aturan, itu kan memalukan bagi kami dan apalagi kasus ini jadi isu nasional. Pokoknya kami ingin perusak kantor ditangkap, biar dia merasakan ulahnya itu telah merugikan banyak orang khususnya warga asli sini," ucap Yadi.
Camat Babakan Madang Cecep Imam Nagarasid menyebut pelaporan sempat dicabut oleh pihak pemerintah Desa Bojong Koneng. Namun karena ini sudah menjadi perhatian publik dan menjadi isu Nasional, proses hukum perusakan akan tetap berlanjut.
"Ini kan perusakan fasilitas milik negara, jadi tetap kasusnya berlanjut dan akan diproses. Infonya, hingga hari ini polisi terus mencari para oknum pelaku perusakan khususnya provokator yang menyulut emosi warga saat aksi unjuk rasa kemarin. Akibatnya pengunjuk rasa jadi anarkis dan merusak fasilitas milik kantor desa Bojong Koneng," kata Cecep.
M.A MURTADHO
Baca juga: Pemerintah Desa Bojong Koneng Cabut Laporan Soal Perusakan Kantor, Sebab...