Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Toyota Motor Corp mengumumkan produksi mobil global untuk Mei 2022 turun akibat krisis pasokan chip semikonduktor dan lockdown Covid-19 di Cina. Pada bulan lalu itu produksi Toyota hanya 634.940 unit secara global, atau turun 5,3 persen dari Mei 2021.
Rupanya dampak krisis semikonduktor itu tidak berpengaruh pada produksi mobil di Indonesia, menurut Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy.
"Bila dibandingkan negara lain, saya rasa Indonesia masih cukup beruntung. Saya cek di negara lain seperti AS, Jepang, itu produksinya sering terhenti. Di Indonesia sampai hari ini saya cek ke temen-temen di TMMIN dan ADM, produksi kami masih berjalan terus setiap hari tidak pernah berhenti," kata Anton di Jakarta Selatan pada Rabu, 29 Juni 2022.
Menurut Anton, Indonesia beruntung karena banyak memproduksi mobil model-model completely knock down (CKD), yang suku cadang atau komponen-komponennya masih banyak tersedia.
"Jadi boleh dibilang produk unggulan kita, seperti Avanza-Veloz relatively kami masih bisa tetap punya stok walaupun tidak di semua tipe dan setiap warna kami punya stok. Di segmen-segmen yang minim volume, LCGC kami masih punya stok," katanya.
Meski begitu TAM mengalami kesulitan memproduksi model-model mobil completely build up atau CBU. Menurut Anton memang model CBU tidak begitu memiliki volume penjualan mobil yang tinggi di Indonesia. Hambatan produksi memang membuat model-model tersebut harus indent.
"Yang cukup lama menunggu itu juga yang berhubungan dengan diesel engine, karena ini engine impor. Jadi model CBU dan mesin diesel yang relatif membuat customer menunggu," ucapnya.
Model-model mobil CBU Toyota yang dipasarkan di Indonesia antara lain sedan Toyota Camry, Hilux, Corolla Cross Hybrid, hingga CH-R. Sedangkan mobil dengan mesin diesel antara lain Toyota Fortuner, Kijang Innova, hingga Land Cruiser.
Baca: Karyawan Toyota Jepang Bunuh Diri Karena Workaholic, Akio Toyoda Bilang Begini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini