Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bekasi - Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi menambah ruang rawat isolasi mengantisipasi lonjakan pasien suspect Corona atau Covid-19. "Sekarang baru delapan bed," kata Kepala Seksi Pelayanan Medik di RSUD Kota Bekasi, Librianti Tan, Senin, 16 Maret 2020.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut dia, jumlah tempat tidur yang akan segera ditambah menjadi 20 unit. Adapun ruang isolasi ini berada di gedung F yang baru selesai dibangun untuk penderita infeksi paru-paru hingga HIV/AIDS. "Ini antisipasi apabila rumah sakit rujukan (di Jakarta) penuh," kata Librianti.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan perluasan pelayanan dengan membuat ruang isolasi merupakan inisiatif dari pemerintah daerah. Sebab, RSUD Kota Bekasi tidak ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan. "Kami punya standar pelayanan sama dengan rumah sakit rujukan," kata Rahmat Effendi.
Meski demikian, ia berharap tidak ada warga Bekasi sampai dirawat akibat Covid-19. Sejauh ini, data Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyebut, jumlah orang dalam pemantauan maupun pengawasan Covid-19 mencapai 32 orang.
Dua diantaranya telah dinyatakan negatif berdasarkan pemeriksaan spesimen di Kemenkes. "Mudah-mudahan masyarakatnya dapat memproteksi untuk sehat bersama-sama," ucap Rahmat Effendi.
Pemerintah daerah telah melakukan berbagai antisipasi mencegah penyebaran virus Corona. Antara lain meniadakan kegiatan yang bersifat mengundang kerumunan massa hingga meliburkan sekolah selama dua pekan.
ADI WARSONO