Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Tangerang - Hasil survei lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukkan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy berpeluang kembali pimpin Banten pada 2024. Pasangan ini unggul dari berbagai segi dalam survei ASI.
Survei bertajuk Evaluasi Publik Terhadap Kinerja Pemerintahan Provinsi Banten dan Peta Elektoral Pilkada 2024 itu dilakukan pada 16-24 Januari 2022 dengan cara wawancara tatap muka.
Direktur ASI Ali Rif'an mengatakan survei ini menggunakan metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Jumlah responden 400 responden dengan margin of error lebih kurang 4.9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
"Peluang Wahidin untuk kembali terpilih di periode kedua kepemimpinannya terbuka lebar. Wahidin memiliki keunggulan dibandingkan sosok politikus lain," kata Rif'an pada sesi diskusi dan pemaparan hasil survei ASI di Fame Hotel Gading Serpong, Ahad sore, 30 Januari 2022.
Rifa'an mengatakan berdasarkan simulasi survei ASI, pasangan Wahidin dan Andika Hazrumy unggul dari pasangan lain.
Selanjutnya Wahidin selalu unggul dipasangkan dengan siapapun...
"Dalam survei kami, dipasangkan dengan tokoh siapapun Wahidin selalu unggul, terutama dengan Andika,"kata Rif'an.
Saat simulasi, Wahidin yang dipasangkan dengan Sufmi Dasco Ahmad, memperoleh poin 25,1 persen. Pasangan Rano Karno-Ratu Tatu Chasanah 19,8 persen. Adapun simulasi pasangan Andika Hazrumy-Iti Octavia Jayabaya mendapat 17,0 persen. Sedangkan Airin Rachmi Diany-Jayabaya 13,0 persen dan Nur Azizah-Desmond J Mahesa 0,5 persen. Sedangkan 24,6 persen masyarakat mengaku tidak tahu/tidak jawab.
Wahidin juga unggul saat disandingkan kembali dengan Andika Hazrumy. Tingkat elektabilitas Wahidin - Andhika tembus 35,3 persen, disusul Rano Karno-Iti Octavia Jayabaya 19,5 persen. Adapun Airin Rachmi Diany-Desmond J Mahesa mendapat poin 11,8 persen, Jayabaya-Ratu Tatu Chasanah 4,3 persen dan Sufmi Dasco Ahmad-Nur Azizah 1,5 persen. Sedangkan 27,6 persen masyarakat mengaku tidak tahu/tidak jawab.
Demikian pun saat dipasangkan dengan Ketua Partai Gerindra Banten Desmond J Mahesa, pasangan Wahidin - Desmond elektabiltasnya di angka 26,1 persen, disusul Rano Karno-Iti Octavia Jayabaya 16,5 persen, Airin Rachmi Diany-Jayabaya 13,0 persen, Andhika Hazrumy-Nur Azizah 12,8 persen dan Ratu Tatu Chasanah-Sufmi Dasco Ahmad 3,0 persen. Sedangkan 28,6 persen masyarakat mengaku tidak tahu/tidak jawab.
Rif'an mengemukakan hasil survei ASI juga menyuguhkan fakta menarik. Publik memilih Wahidin dalam berbagai sudut pandang. "Hasil survei aspek elektabilitas, sisi personal, pemimpin yang tegas, psikologi ada pada Wahidin. Artinya sosoknya dipilih responden dari berbagai sisi,"kata Rif'an.
Dari sisi elektabilitas, Wahidin mendapat persentase tertinggi yaitu 19,3 persen, disusul Rano Karno 13,3 persen, Airin Rachmi Diany 11,0 persen, Andika Hazrumy 9,8 persen dan Ahmed Zaki Iskandar 6,8 persen. Sedangkan 21,6 persen masyarakat mengaku tidak tahu/tidak jawab. Hasil tersebut saat simulasi 11 tokoh.
Selanjutnya pemilih yang belum menentukan pilihan masih sangat tinggi...
“Pemilih yang belum menentukan pilihan masih sangat tinggi, yaitu 21,6 persen. Ini karena pemilihan kepala daerah masih dua tahun lagi, jadi masyakat belum aware soal ini. Masyarakat juga belum ada stronge voter terhadap pilihannya,” kata Rif'an.
ASI juga menguji responden dengan lima nama tokoh. Elektabilitas Wahidin justru meningkat, yaitu 20,8 persen, disusul Airin Rachmi Diany 19,3 persen, Andika Hazrumy 16,5 persen, Rano Karno 15,8 persen, dan Sufmi Dasco Ahmad 1,3 persen. Sedangkan 26,3 persen masyarakat mengaku tidak tahu/tidak jawab.
Demikian pula saat dikerucutkan tiga tokoh, Wahidin tetap unggul 28, 1 persen dibandingkan dengan Rano Karno 27,1 persen dan Andika Hazrumy 26,3 persen Sedangkan 28,6 persen masyarakat mengaku tidak tahu/tidak jawab.
Dari sisi personal, Wahidin Halim juga unggul pada 4 hal, yaitu integritas dan kejujuran, Visi-Misi dan program, ketegasan dan religiusitas/ketaatan.
"Menilik hasil survei ini maka kami simpulkan partai yang akan mencari Wahidin bukan Wahidin mencari partai,"kata Rif'an.
Menanggapi hasil survei ASI, pengamat kebijakan publik di Tangerang Adib Miftahul mengatakan tidak terkejut melihat hasil survei yang mengunggulkan sosok Wahidin itu.
Selanjutnya Wahidin sudah teruji...
"Wahidin sudah teruji secara kinerja di Pemerintah Provinsi Banten. Menghadapi buruh sisi ketegasan Wahidin terbukti. dengan menolak kenaikan UMP,"kata Adib.
Adib yang juga Direktur Kajian Politik Nasional (KPN) juga menyebutkan hasil survei ASI berbanding lurus dengan hasil survei lembaganya.
Adib menilai, keberhasilan Wahidin karena ia menjadi sosok yang sesuai dengan harapan masyarakat Banten, yaitu peduli dan merakyat, punya integritas alias bersih, berpengalaman, dan religius. Sebab Banten ini ibaratnya baru terjerat noda hitam dinasti, yakni korupsi.
“Kita tahu Wahidin adalah seorang birokrat berpengalaman, pernah menjadi wali Kota Tangerang sewindu, sehingga memahami persoalan birokrasi. Juga dikenal sebagai sosok yang nyantri, dan apa adanya,” kata Adib.
Adib juga menilai, kepuasan masyarakat atas kinerja Wahidin karena beberapa faktor, yaitu masifnya pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan baru, rumah sakit, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan dan renovasi sekolah, hingga Stadiun Internasional Banten.
Selanjutnya Wahidin dinilai mampu kendalikan kasus Covid-19
Wahidin juga dinilai mampu mengendalikan kasus Covid-19 melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten tapi penting juga saat pandemi punya program relaksasi pajak dan tetap mampu menjaga siklus keuangan daerah lewat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Bapenda.
"Mustahil bisa melakukan pembangunan di saat pandemi Covid-19 ini, jika kondisi keuangan daerah sekarat. Bapenda cukup berhasil melalui program relaksasi pajaknya,” kata Adib.
Kendati demikian baik Rif'an dan Adib sepakat bahwa posisi Wahidin Halim juga harus diuji dengan survei periodik dan kerja politik usai tidak menjabat gubernur.
Rif'an juga mengingatkan justru responden yang belum memilih ini adalah kelompok pemilih rasional yang datang dari akademisi, orang-orang terpelajar dan kaum menengah milenial. Bukan tidak mungkin mereka menginginkan pemimpin baru dan memilih pemimpin yang sesuai harapan mereka, realistis membangun Banten dan berintegritas.
"Harus ada kerja politik setelah nanti Wahidin Halim tidak menjabat gubernur jika ingin memenangkan Pilkada 2024 mendatang, "kata Rif'an.
AYU CIPTA
Baca juga: Survei: Warga Banten Puas dengan Cara Wahidin Tangani Pandemi Covid-19
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini