Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Toyota Ingin Luncurkan Baterai Solid State Mobil Listrik Tahun 2025

Toyota menyebut isi ulang daya baterai solid state hanya memerlukan waktu kurang dari 15 menit hingga kapasitas penuh.

29 Juli 2020 | 11.45 WIB

Toyota Concept-i di pameran Tokyo Motor Show, Tokyo, Jepang, 25 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto
Perbesar
Toyota Concept-i di pameran Tokyo Motor Show, Tokyo, Jepang, 25 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Baterai solid state merupakan sesuatu yang penting bagi kendaraan listrik masa depan. Menurut carscoops.com yang mengutip Automotive News, Toyota semula berencana untuk memperkenalkan mobil konsep dengan baterai solid state di Olimpiade Tokyo 2020. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ketika pesta olahraga empat tahunan itu ditunda karena pandemi virus corona, pengembangan baterai tetap dilanjutkan dan mereka kini disebut mengaplikasikannya pada beberapa mobil konsep. Namun, tidak ada informasi kapan mereka akan debut. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Sedikit yang diketahui, baterai solid state menjanjikan lebih banyak keunggulan dibanding baterai lithium-ion biasa. 

Kuncinya adalah kepadatan energi yang lebih tinggi, yang memungkinkan paket baterai lebih kecil dan ringan. Baterai ini juga diklaim lebih aman dan menawarkan waktu pengisian ulang lebih cepat. 

Keiji Kaita dari Toyota saat memperkenalkan prototipe baterai solid state menyampaikan bahwa isi ulang daya hingga kapasitas penuh hanya memerlukan waktu kurang dari 15 menit. Bandingkan dengan baterai lithium-ion terkini yang digunakan pada kendaraan listrik, rata-rata memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk pengisian daya hingga kapasitas 80 persen. 

Sayangnya, masih ada sejumlah masalah yang perlu diselesaikan terkait baterai solid state. Masalah keamanan dan daya tahan baterai dilaporkan masih akan terus dikembangkan oleh para insinyur Toyota. Perusahaan juga tampaknya akan memperbaiki bahan kimia untuk meminimalkan degradasi baterai. 

Masalah lain yang dihadapi adalah terkait produksi massal, yang disebut lebih rumit dibanding produksi baterai lithium-ion. Bahkan Kaita menggambarkannya sebagai sesuatu yang lambat, canggung, dan tidak cocok untuk produksi massal. 

Meski menghadapi sejumlah masalah, Kaita mengatakan baterai harus masuk ke jalur produksi terbatas pada tahun 2025. Baterai ini nantinya akan lebih mahal dibanding baterai lithium-ion dan volume produksinya kemungkinan terbatas selama beberapa tahun. 

Sisi baiknya,Toyota tampaknya berkomitmen untuk membangun beberapa opsi baterai mobil listrik dengan kemampuan luar biasa karena salah satu tujuan mereka adalah baterai solid state.



close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus