Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Film horor Pamali: Dusun Pocong mengadaptasi episode game Pamali: Indonesian Folklore Horror yang berjudul The Tied Corpse. Menurut Arya Kemaswara Hamdani, Chief Operating Officer dan co-founder Storytale Studio yang mengembangkan game itu di Bandung, kolaborasi karya terjalin sejak 2018.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Awalnya kami dapat email penawaran dari sebuah production house untuk membuat Pamali menjadi film,” katanya kepada Tempo, Sabtu malam, 14 Oktober 2023.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Semula surat elektronik itu disangka main-main. Tawaran kolaborasi untuk pembuatan film muncul setelah mereka meluncurkan demo game Pamali perdana. Berjudul The White Lady, episodenya menghadirkan sosok hantu kuntilanak.
Setelah itu, menurut Arya, beberapa rumah produksi film mendekat menawarkan kerja sama pembuatan film. “Setelah berbincang dengan mereka, kami pilih satu partner yang kami nilai bisa menghargai produk game ini,” ujarnya.
Pilihan ditetapkan ke Lyto Pictures. Salah seorang produser Lyto, yaitu Andi Suryanto, berkecimpung juga di dunia permainan lewat Lyto Game. Arya merasa senang bisa berkolaborasi dengan mitra yang menghargai industri game di Indonesia. “Dari production house juga mendapatkan kebebasan kreativitas untuk menjadikan sebuah film,” kata dia.
Film yang tayang perdana pada Kamis,12 Oktober 2023 di bioskop itu, menurutnya, banyak mengangkat peristiwa dan pengalaman serta suasana tempat dari game Pamali. Nama-nama tokohnya dalam film juga seperti pada game, namun punya cerita dan alur yang berbeda. Menggaet 300 ribu lebih penonton hingga hari ketiga penayangannya, film itu dibintangi, antara lain oleh Fajar Nugra, Yasamin Jasem, dan Dea Panendra, dengan sutradara Bobby Prasetyo.
Berkisah tentang pengalaman tim tenaga medis dan penggali kubur, mereka ditugaskan di sebuah dusun yang terpencil dan mengalami wabah mematikan. Di sela pekerjaannya menolong, mereka juga mengalami teror dari para hantu yang berwujud sebagai pocong.
Sebelumnya diberitakan, film itu khusus dibuat bagi para penggemar film horor berlatar budaya rakyat Indonesia. Menurut produser film Andi Suryanto, penonton tetap dapat menikmati ceritanya meskipun sebelumnya tidak menonton film Pamali 2022 ataupun tidak memainkan game Pamali. Keseruan dalam game berusaha ikut dimunculkan bersama nilai-nilai lokal ke dalam film.
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.