Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, San Francisco - Google menciptakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memprediksi apakah pasien rumah sakit akan meninggal 24 jam setelah masuk. Laman Daily Mail, 18 Juni 2018 menyatakan bahwa AI tersebut diklaim memiliki akurasi 95 persen.
Baca: Aplikasi Google Lens Mulai Masuk Google Play Store
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
AI tersebut dikembangkan dan bekerja sama dengan tim di University California San Francisco, Stanford Medicine dan The University of Chicago Medicine. Untuk menguji sistem, Google memperoleh data dari 216.221 orang dewasa, dengan lebih dari 46 miliar titik data di antara mereka.
Untuk membuat prediksi, perangkat lunak itu menggunakan data seperti etnisitas pasien, usia, jenis kelamin, diagnosis sebelumnya, hasil lab dan tanda-tanda vital. Namun, yang membuat akurasi kuat adalah data yang sebelumnya dianggap di luar jangkauan mesin, seperti catatan dokter yang terkubur dalam PDF atau dicoret di grafik.
Teknologi ini juga dapat memprediksi pemeriksaan ulang yang tidak direncanakan dalam 30 hari dan kemungkinan lama tinggal di rumah sakit. Sistem ini masih dalam masa pengembangan, tapi Google yakin suatu saat dapat digunakan memprediksi kematian jauh lebih lama dari sebelumnya.
Dalam pernyataan tertulis yang dikutip laman Bloomberg, ilmuwan riset Google yang juga dokter medis Alvin Rajkomar MD mengatakan bahwa, ketika pasien dirawat di rumah sakit, pasien memiliki banyak pertanyaan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Kapan saya bisa pulang? Apakah saya akan menjadi lebih baik? Apakah saya harus kembali ke rumah sakit?" tambah Rajkomar. "Memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya adalah aplikasi alami pembelajaran mesin."
Hasil akhirnya menunjukkan akurasi yang mengesankan, di mana 1,00 sempurna dan 0,5 tidak lebih baik daripada peluang acak. AI Google telah mencetak 0,86 dalam memprediksi jika pasien akan tinggal lebih lama di rumah sakit, dibandingkan 0,76 dengan menggunakan metode tradisional.
Dan angka 0,95 dalam memprediksi kematian pasien rawat inap dibandingkan dengan metode tradisional yang hanya 0,86. Temuan lengkap dari penelitian tersebut diterbitkan secara daring pada 8 Mei 2018 dalam jurnal Digital Medicine dengan judul Scalable and accurate deep learning with electronic health records.
Simak artikel menarik lainnya tentang pengembangan teknologi AI oleh Google hanya di kanal Tekno Tempo.co
DAILY MAIL | BLOOMBERG | JOURNAL DIGITAL NATURE
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini