Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

5 Dampak Perang Dagang bagi Ekonomi Kawasan

Perang dagang adalah konflik ekonomi yang timbul saat dua negara saling melakukan kebijakan protektif. Apa dampaknya pada ekonomi kawasan?

4 April 2025 | 17.14 WIB

Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Youtube.com
Perbesar
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Youtube.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif ‘timbal balik’ kepada sejumlah negara disebut-sebut sebagai sebuah perang dagang, termasuk kepada Cina dan sejumlah negara Asia Tenggara.

Perang dagang adalah konflik ekonomi yang timbul saat dua negara saling melakukan kebijakan protektif, seperti tarif atau kuota impor. Dilansir dari Investormedia, dalam situasi tersebut, masing-masing negara cenderung saling membalas tarif dan beragam strategi dagang radikal lainnya. Alhasil, perang dagang dapat memicu ketegangan perdagangan internasional. Apa saja dampaknya?

1. Harga barang impor semakin mahal

Ekonom Makroekonomi dan Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky mengatakan perang dagang berpotensi meningkatkan harga barang impor. Meski tidak banyak komponen produk yang dibuat di  Amerika dan diekspor ke negara lain sebagai bahan baku lanjutan harganya bisa naik. Kenaikan harga barang impor, berpotensi menekan inflasi.

2. Ketidakpastian Ekonomi

Perang dagang dapat meningkatkan ketidakpastian ekonomi global yang mempengaruhi ekonomi Indonesia, terutama pada fluktuasi nilai tukar rupiah. Pemerintah dan Bank Indonesia punya keterbatasan dalam mengatasi ketidakpastian ekonomi.

3. Rantai Pasokan Global Berubah

Perang dagang juga bisa berpotensi berpengaruh pada kawasan ASEAN. Dilansir dari artikel berjudul Perang Dagang Amerika dan China di ASEAN karya Miguel Angel Esquivias yang ditayangkan unair.ac.id, perusahaan yang terdampak perang dagang akan menyesuaikan rantai pasokan mereka, salah satunya mengalihkan produksi dari China ke negara lain guna menghindar dari tarif tinggi. Kemudian pemindahan produksi akan menciptakan peluang baru bagi negara ASEAN, namun juga menimbulkan tantangan baru seperti kesiapan infrastruktur dan kebijakan perdagangan.

4. Penurunan volume perdagangan

Perang dagang juga berdampak pada penurunan perdagangan internasional karena tarif tinggi yang membuat barang impor lebih mahal. Negara-negara di kawasan seperti ASEAN yang bergantung pada ekspor ke negara-negara besar dapat mengalami penurunan keuntungan dalam berdagang.

5. Ketegangan geopolitik

Dilansir dari uma.ac.id, perang dagang sering memperburuk hubungan diplomatik antar negara besar, stabilitas politik dan kerja sama ekonomi kawasan jadi imbasnya. Negara-negara di kawasan harus menghadapi tantangan dalam menjaga hubungan baik dengan semua pihak yang terlibat. Apalagi penyelesaian konflik perang dagang perlu negosiasi diplomatik yang kompleks dan menghabiskan banyak waktu.

Pilihan Editor: 5 Pihak yang Pernah Perang Dagang dengan Amerika

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus