Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

DAMRI akan Beli 100 Bus Listrik untuk Transjakarta

PT Perum DAMRI mengusulkan Penerimaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1 triliun. Sebagian dana untuk pengadaan 100 bus listrik untuk Transjakarta.

9 Juli 2024 | 16.46 WIB

Sebanyak 26 bus listrik milik Perum DAMRI di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat, 22 Desember 2023. Dok. PT Transjakarta.
Perbesar
Sebanyak 26 bus listrik milik Perum DAMRI di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat, 22 Desember 2023. Dok. PT Transjakarta.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - PT Perum DAMRI mengusulkan Penerimaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1 triliun pada 2025. Modal negara ini disebut akan digunakan untuk meremajakan bus diesel angkutan perintis dan penyediaan 100 bus listrik.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Direktur Utama Perum DAMRI Setia Milatia Moemin mengatakan dari total modal negara itu sebanyak Rp 490 miliar akan digunakan untuk meremajakan 384 bus diesel angkutan perintis. Sementara itu, Rp 510 miliar akan dialokasikan untuk penyediaan 100 bus listrik beserta infrastruktur angkutan perkotaan di Transjakarta. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

“Usia armada angkutan perintis rata-rata lebih dari tujuh tahun dan kualitas bus yang kurang baik karena kondisi medan lapangan yang lebih berat,” kata Setia saat rapat dengan Komisi VI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 9 Juli 2024. 

Setia menyebut saat ini DAMRI telah mengoperasikan 26 bus listrik di segmen Transjakarta. Dia menyebut angkutan listrik seperti bus akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. 

“Untuk meningkatkan kualitas kesehatan dengan pengurangan gas karsinogen yang terdapat pada emisi gas buang dan efek rumah kaca,” kata dia. 

Selain itu, Setia mengatakan usia armada perkotaan milik DAMRI saat ini mendekati usia 10 tahun. Usai ini dinilai akan menyundul batas maksimal umur angkutan. 

“Usia maksimal 10 tahun di wilayah Jakarta untuk angkutan perkotaan,” kata dia. 

Setia menyebut suntikan dana negara ini penting untuk operasi armada milik DAMRI. Dia mengatakan biaya operasi dan perawatan armada angkutan perintis tinggi. 

“Akibat usia armada sebagian besar lebih dari tujuh tahun,” kata dia. 

Dalam rapat dengan pendapat ini, juga diikuti oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, PT Pelni, dan PT INKA. 

Adil Al Hasan

Bergabung dengan Tempo sejak 2023 dan sehari-hari meliput isu ekonomi. Fellow beberapa program termasuk Jurnalisme Data AJI Indonesia.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus