Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Seminggu usai diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), terminal baru Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, terus melayani puluhan ribu penumpang. Khusus untuk mudik lebaran tahun ini, bandara dibuka selama 24 jam penuh.
Meski demikian, ada beberapa fasilitas di terminal baru ini yang belum berfungsi maksimal. Di mulai dari halaman hingga gedung bandara. Di depan pintu masuk, tertera di papan petunjuk "kedatangan, keberangkatan". Sedangkan di pintu keluar, tidak ada plang petunjuk apapun.
Baca juga: Penumpang Masih Kebingungan di Bandara Ahmad Yani Baru
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Walhasil, tak sedikit yang kebingungan karena kedua pintu dilalui orang yang keluar dan masuk. "Bingung saya tadi pas mau masuk," kata Haris, 25 tahun, seorang warga asal Pati Jawa, Tengah yang baru saja mendarat dari Malaysia, saat ditemui di lobi bandara, Selasa, 12 Juni 2018.
Masuk ke dalam gedung bandara, persis di depan pintu masuk disediakan sebuah metal detector untuk barang bawaan penumpang. Alat yang dijaga dua petugas ini hanya didirikan sisi samping lobi bandara dan tidak ada pagar khusus.
Simak pula: Bandara Ahmad Yani Akan Tambah 2 Rute Penerbangan
Meski ada metal detector lagi di loket check-in pesawat, tapi alat di pintu masuk ini tampak sia-sia. Sebab, penumpang pesawat bisa saja terus ke loket tanpa harus memindai barang bawaan mereka.
Terakhir, kursi di ruang tunggu lobi bandara yang masih minim sehingga, banyak orang duduk berjejal di lantai. Sejumlah kursi sebenarnya disediakan di depan pintu masuk sebelum loket check-in. Tapi karena terletak di luar gedung dan langsung terkena terik panas, kursi-kursi itu akhirnya kosong begitu saja.
Secara kapasitas, terminal baru di bandara ini sebenarnya sudah jauh lebih baik ketimbang terminal lama. Luas terminal baru ini mencapai 58.652 meter persegi atau sekitar sembilan kali lebih besar dibanding terminal lama, 6.708 meter persegi.
Dengan demikian, jumlah kapasitas penumpang yang bisa ditampung pun ikut bertambah. Dari semula 800 ribu orang per tahun, menjadi 6,5 juta penumpang per tahun atau meningkat hampir 8 kali lipat.
Communication and Legal Section Head Bandara Ahmad Yani, Dian Permata Sari mengatakan pembangunan lobi ini sebenarnya masih masuk area publik. Sehingga, pergerakan dan pengecekan penumpang belum terlalu ketat. "Jadi masih random check aja," tuturnya.
Sementara itu, belum ada rencana untuk menambah jumlah kursi di lobi Bandara Ahmad Yani untuk penumpang pesawat. Ia mengakui hari ini lobi bandara cukup padat sehingga banyak penumpang terpaksa duduk di lantai. "Karena ini lagi waktu-waktu padat saja," kata Dian.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini