Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut potensi wakaf dari umat Islam di Indonesia sangatlah besar. Tapi selama ini, kata dia, penyaluran wakaf ini baru terbatas atau hanya terkenal dengan 3M saja.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Masjid, madrasah, kemudian makam (kuburan)" kata Ma'ruf yang merupakan bekas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini dalam diskusi bersama Katadata di Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Padahal selain ketiga bentuk tersebut, kata dia, ada wakaf uang yang potensinya lebih besar. Selain itu, wakaf uang ini nilainya tidak harus besar serta bisa diinvestasikan lebih fleksibel dan dengan cara yang profesional.
Menurut Ma'ruf, inilah salah satu alasan pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang pada 25 Januari 2021. Saat itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp 188 triliun.
Dalam gerakan ini, Ma'ruf menegaskan bahwa wakaf yang sudah disalurkan oleh masyarakat tetap harus betul-betui terjaga. Sehingga, dana wakaf uang ini harus diinvestasikan di tempat yang aman.
Untuk itu, perlu dilakukan penanganan yang lebih profesional dan terarah. Lalu, manfaatnya pun harus dikembalikan ke masyarakat. "Untuk pendidikan, sosial, dan usaha kecil dan mikro," kata Ma'ruf Amin.