Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Sejumlah pengguna Pertamax berpaling ke RON 92 merek lain setelah dugaan oplosan mencuat.
Pertamina membantah ada oplosan Pertamax.
Lembaga Bantuan Hukum Jakarta serta CELIOS membuka posko pengaduan oplosan Pertamax..
BERBEKAL video ulasan di media sosial, Danang, 32 tahun, memutuskan mengganti bahan bakar minyak (BBM) sepeda motor NMax miliknya. Sebelumnya, ia terbiasa menggunakan produk RON 92 PT Pertamina, yaitu Pertamax, tapi kini ia beralih ke Revvo 92, BBM keluaran Vivo. Sudah 1,5 bulan berlalu dan ia tak pernah menggantinya lagi.
Pekerja swasta ini menyatakan kualitas Revvo 92 lebih baik ketimbang Pertamax. "Mesin menjadi lebih responsif," ujarnya kepada Tempo, Kamis, 27 Februari 2025. Selain itu, ia merasa bahan bakar ini lebih awet. Setiap mengisi penuh tangki sepeda motornya, volume BBM untuk perjalanan rutin dari Cibinong, Bogor, ke Palmerah, Jakarta Selatan, tanpa macet dapat habis dalam empat hari. Sementara itu, saat menggunakan Pertamax, volume BBM yang sama hanya cukup untuk tiga hari.
Sejak menggunakan Revvo 92, ia selalu memprioritaskan pengisian BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Vivo. Kalaupun tak menemukan SPBU tersebut, pilihannya jatuh pada merek lain selain Pertamina. Apalagi setelah Kejaksaan Agung mengungkap dugaan korupsi di Pertamina, ia makin tak berminat mampir ke SPBU perusahaan pelat merah. Ia kecewa dan khawatir dugaan oplosan Pertamax benar adanya.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo