Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Ratusan Wisatawan Sembahyang Imlek di Klenteng Tertua Kota Pangkalpinang

Menyambut Imlek tahun ini, wisatawan juga menyaksikan pergelaran kesenian barongsai, dan pesta kembang api.

22 Januari 2023 | 12.32 WIB

Para pengunjung Klenteng Kwan Tie Miaw saat melakukan prosesi sembahyang Imlek 2023 di Pangkalpinang, Minggu, 22 Januari 2023. ANTARA
Perbesar
Para pengunjung Klenteng Kwan Tie Miaw saat melakukan prosesi sembahyang Imlek 2023 di Pangkalpinang, Minggu, 22 Januari 2023. ANTARA

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Perayaan Imlek yang jatuh pada hari ini menarik perhatian ratusan wisatawan domestik dan mancanegara untuk mengunjungi Klenteng Kwan Tie Miaw. Ini adalah klenteng tertua di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tempat melaksanakan ritual sembahyang Imlek 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Sekitar 800 lebih wisatawan dari Tiongkok, Singapura, Jakarta, Sumatera Selatan, dan daerah lainnya sembahyang Imlek," kata Pengurus Klenteng Kwan Tie Miaw Pangkalpinang A Pao di Pangkalpinang, Minggu, 22 Januari 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Ia mengatakan wisatawan ini tidak hanya melakukan sembahyang Imlek mendoakan arwah leluhur, orang tua, dan kerabatnya tetapi juga menggali sejarah pendirian Klenteng Kwan Tie Miaw  pada 1797.

Selain itu, wisatawan juga menyaksikan pergelaran kesenian barongsai, pesta kembang api, dan lainnya yang telah digelar pada Sabtu malam, 21 Januari 2023, sebagai bentuk suka cita masyarakat menyambut dan merayakan Imlek tahun ini.

"Kami memperkirakan pengunjung akan terus bertambah hingga minggu depan, karena tempat ibadah ini memiliki nilai sejarah tinggi yang berkaitan langsung dengan leluhur para pengunjung ini," katanya.

Menurut dia warga keturunan Tionghoa mulai menetap di Pulau Bangka dan Belitung sejak 1293. Saat itu rombongan kapal tentara Cina yang berlayar hendak menyerang Kerajaan Singasari, Jawa Timur, dihantam badai besar dan terdampar dan menetap di pulau penghasil timah ini.

"Kehadiran etnis Tionghoa secara besar-besaran berawal dari penambangan timah untuk menjadi kuli kontrak di Bangka dan Belitung pada 1710," katanya.

Ia menambahkan pelaksanaan ritual sembahyang menyambut Tahun Baru Imlek tahun ini berlangsung aman, lancar, tertib, dan meriah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian, TNI yang telah menjaga keamanan di sekitar klenteng, sehingga pengunjung dapat berdoa dengan aman, nyaman dan tertib," katanya. 

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus