Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Rupiah Melemah, Pasar Waspadai Dampak Peluncuran Bank Emas dan Kebijakan Trump

Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif tapi berpotensi menguat pada perdagangan besok.

26 Februari 2025 | 17.14 WIB

Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan
Perbesar
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan mata uang rupiah ditutup melemah tipis 9 poin ke level Rp16.380 per dolar AS pada perdagangan Rabu sore ini, setelah sebelumnya sempat turun hingga 40 poin ke level Rp16.371 per dolar AS.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi menguat pada perdagangan besok, dengan rentang Rp16.320 – Rp16.390 per dolar AS.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah salah satunya, kata dia, pelaku pasar masih mencermati peluncuran Bullion Service pertama di Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto. PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) telah memperoleh izin untuk mengelola bisnis Bank Emas, yang bertujuan mengoptimalkan cadangan emas nasional agar tidak terus mengalir ke luar negeri.

“Usaha bullion dapat berpotensi meningkatkan konsumsi emas ritel yang akan memacu peningkatan industri emas dan keseluruhan bisnis dalam ekosistem emas yang mewadahi dengan value added  hingga sebesar Rp30 triliun-Rp 50 triliun. Hadirnya Bullion Bank sejalan dengan pergerakan harga emas dunia yang terus melesat sejak 2024 dan berlanjut di sepanjang tahun ini,” kata Ibrahim Rabu, 26 Februari 2025.

Selain itu, dia juga mengatakan ada faktor lain seperti sejumlah sentimen global turut mempengaruhi pergerakan rupiah, salah satunya ancaman tarif dagang Presiden AS Donald Trump yang semakin agresif.

“Trump menambah sentimen negatif dengan mengancam akan mengenakan tarif pada tembaga. Sebelumnya minggu ini, ia juga mengisyaratkan bahwa tarif 25 persen pada Kanada dan Meksiko akan dikenakan pada awal Maret,” kata dia.

Langkah ini, menurut dia berpotensi mengganggu ekonomi Amerika Utara dan memperparah sentimen risiko global. Di sisi lain, Ibrahim mengungkapkan data ekonomi AS menunjukkan kepercayaan konsumen anjlok ke level terburuk dalam 3,5 tahun terakhir, memperkuat kekhawatiran perlambatan ekonomi.

“Trump tidak secara khusus menyebutkan batas waktu 4 Maret saat tarif akan mulai berlaku. Langkah tersebut akan berlaku untuk impor AS senilai lebih dari US$918 miliar dari Kanada dan Meksiko, dan mengancam akan mengacaukan ekonomi Amerika Utara yang sangat terintegrasi,” katanya.

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus