Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Minangkabau merupakan salah satu suku bangsa yang dikenal gemar berdiaspora. Orang Minang dikenal lebih suka merantau meninggalkan kampung halaman, dan bekerja atau menuntut ilmu di negeri seberang.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Bahkan, mengutip dari kotaku.pu.go.id, karena banyaknya orang Minangkabau merantau dan tinggal di tempat atau negeri orang lain, untuk pindah dan menetap di lingkungan baru, populasi orang Minangkabau di luar Sumatera Barat melebih dari yang tinggal di kampung halamannya sendiri. Daerah yang menjadi tujuan mereka merantau rata-rata adalah daerah perkotaan atau dimana saja asal ada orang ramai.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM) berdasarkan penelitian jurnal yang ditulis oleh Moses Glorino Rumambo Pandin dan Misnal Munir. Para pendatang Minangkabau telah hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat lokal di mana mereka menetap. Bahkan tidak terdapat catatan konflik antara para pendatang Minangkabau dan penduduk lokal.
Berdasarkan wawancara kepada para pendatang Minangkabau, terdapat temuan yang mengungkapkan bahwa budaya kelompok etnis ini secara eksplisit mendorong kaum muda untuk menjelajah ke luar negeri.
Masyarakat Minangkabau yang memutuskan untuk merantau, telah berpegang teguh kepada nilai nilai etika dasar yang telah diturunkan melalui adat dan tradisi mereka.
Seperti mengutamakan etos kerja menerapkan nilai etika salin menghormati, dan pemahaman tentang budaya lokal tempat mereka bermigrasi.
Prinsip inilah yang masyarakat Minangkabau terapkan ketika tinggal berdampingan bersama penduduk lokal ketika memutuskan bermigrasi.
Kecenderungan orang Minangkabau migrasi dari usia sangat muda, menjadikan kehidupan desa mereka mungkin tidak terlalu penting bagi mereka. Akan tetapi, mereka diajarkan untuk tetap mencintai tanah air mereka.
Nilai-nilai fundamental tertentu telah ditanamkan pada anggota suku sejak usia sangat muda melalui praktik sehari-hari, dan ini membantu mereka hidup damai dan efektif di tempat tujuan migrasi mereka. Adapun nilai-nilai tersebut antara lain:
- Kegigihan dalam menegakkan prinsip dan etika yang diajarkan Islam dan adat Minangkabau;
- Kerendahan hati, kesopanan, penolakan terhadap sikap negatif seperti arogansi,
- Adaptasi terhadap norma-norma lokal, dan kemampuan mereka untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan berbaur dengan komunitas tempat mereka bermigrasi;
- Kewaspadaan yang selalu ada dalam menghindari bahaya dan kerusakan yang tidak disengaja dan untuk melindungi diri mereka sendiri dari dampak buruk isolasi sosial;
- Kemampuan untuk menghindari konflik dan hidup berdampingan secara damai dengan komunitas lain.
WILDA HASANAH