Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

5 Tips Parenting Anak Remaja Agar Merasa Nyaman dengan Orang Tua

Ini 5 hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua saat anak memasuki masa remaja selain, sabar dan pengertian.

24 Desember 2022 | 15.15 WIB

Ilustrasi anak dan orang tua melakukan kegiatan seru. Freepik.com/Jcomp
Perbesar
Ilustrasi anak dan orang tua melakukan kegiatan seru. Freepik.com/Jcomp

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta -Tak jarang hubungan orang tua dan anak mulai merenggang saat anak memasuki usia remaja. Anak memiliki keingintahuan tinggi untuk mencoba berbagai hal baru. Di satu sisi, orang tua kerap khawatir dengan segala hal yang anak lakukan. Namun, dibandingkan dengan khawatir dan marah kepada anak, alangkah baiknya jika orang tua bisa meringankan beban pikiran anak.

5 Tips Parenting

Ini 5 tips parenting yang dilansir dari Times of India untuk dapat membangun hubungan baik dengan anak usia remaja serta cara orang tua untuk dapat mendukung berbagai hal yang dilakukan oleh anak.

1. Tetap buka komunikasi

Komunikasi adalah kunci. Sangat penting untuk teteap menjaga komunikasi tetap lancar. Jangan pernah menutup komunikasi dengan anak meskipun sedang ada konflik dengan mereka. Pada masa seperti ini, orang tua perlu menurunkan egonya untuk membuka percakapan pertama kali secara rutin. Namun lebih daripada itu, menjadi pendengar yang baik adalah yang paling dibutuhkan oleh anak. Jangan pernah memaksakan pendapat kepada mereka.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

2. Menjadi orang tua dan seorang teman
Sebagai orang tua, bersikap fleksibel menjadi hal dibutuhkan. Tidak bisa selamanya untuk keras kepala, mengharapkan anak baik-baik saja, dan selalu menurut apapun yang orang tua katakan. Menyesuaikan pada situasi dan kondisi, orang tua bisa menjadi sosok yang memberikan dukungan dan bimbingan, ataupun teman yang berbagi kegembiraan hinga merayakan pencapaian mereka.

Baca : 3 Tips Mencegah Jerawat Remaja yang Disebabkan oleh Perubahan Hormon

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

3. Jangan terus-terusan mengkritik
Kritik memang diperlukan, utamanya kritik yang membangun untuk anak dimana mereka bisa tumbuh, belajar, dan menjadi lebih baik. Meskipun begitu, terus-terusan bersikap kritis kepada anak hanya akan merusak kepercayaan dan harga diri mereka. Ditambah, hal ini akan membuat anak semakin tertutup kepada orang tua.

4. Dorong perawatan diri atau self-care
Sangat penting untuk mengajarkan anak untuk merawat diri mereka dengan baik. Ini akan membantu mereka untuk memprioritaskan diri mereka sendiri daripada orang lain yang mana akan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak. Selain itu, mendorong kebiasaan untuk merawat diri dapat membantu mereka untuk menghadapi berbagai rintangan di masa depan sekaligus menjaga kesehatan mental anak.

5. Jangan paksa anak untuk mandiri secara cepat
Tanggung jawab dan kemandirian datang seiring berjalannya waktu. Akan sangat sulit untuk memaksakan dua hal tersebut kepada seseorang. Meskipun demikian, tidak berarti saat anak memasuki masa remaja mereka tidak berarti langsung menjadi seorang pribadi bertanggung jawab nan mandiri. Perlu untuk orang tua membiarkan anak untuk mengeksplor berbagai hal yang mereka inginkan. Hal terpenting adalah anak tidak merasa tertekan dan tidak dicintai oleh orang tua.

PUTRI INDY SHAFARINA
Baca juga : Mensos Tekankan Upaya Preventif Hadapi Dampak Buruk Teknologi

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus