Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kabar duka tengah meliputi pasangan Ammar Zoni dan Irish Bella. Pada Minggu sore, 6 Oktober 2019, bayi kembar berjenis kelamin perempuan yang ada di dalam kandungan Irish Bella meninggal dunia.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Hamil bayi kembar memiliki risiko yang lebih tinggi daripada kehamilan tunggal. Risiko seperti kelahiran prematur dan diabetes merupakan risiko yang mengintai kehamilan bayi kembar. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus cemas. Dengan perawatan yang baik dan pemahaman terhadap risiko kehamilan bayi kembar, Anda bisa menikmati masa kehamilan yang sehat dan lancar.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko hamil bayi kembar, antara lain:
1. Rutin Kontrol Kehamilan
Ibu dengan bayi kembar disarankan untuk rajin kontrol dengan jumlah USG dan kunjungan yang lebih banyak dibandingkan kehamilan normal. Hal ini dilakukan supaya dokter bisa memeriksa dengan lebih seksama dari waktu ke waktu.
2. Kenali Gejalanya
Kenali gejala-gejala penyakit yang berkaitan dengan risiko bayi kembar, dan segera konsultasi dengan dokter jika ada tanda-tanda awal yang membuat Anda cemas.
3. Konsumsi Menu Seimbang
Prioritaskan menu yang mengandung gizi seimbang, supaya berat badan dan kondisi kesehatan ibu terkontrol.
4. Perbanyak cairan
Banyak minum cairan, terutama dalam bentuk air putih, untuk menghindari dehidrasi, infeksi dan kontraksi awal.
5. Menjaga Kesehatan
Anda dapat mencoba olahraga ringan, seperti berenang, pilates, dan yoga kehamilan. Selain itu, hindari merokok dan asap rokok sebisa mungkin supaya kadar oksigen bayi terjaga dengan baik.
Apabila Anda telah menginjak usia 35 tahun dan mengandung bayi kembar, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan. Seperti ibu hamil pada umumnya, Anda disarankan untuk menaati jadwal konsultasi dengan dokter. Terutama jika Anda memiliki kondisi diabetes dan hipertensi.
Selain itu, Anda pun sebaiknya menjalani diet seimbang. Mengonsumsi beraneka jenis makanan, bisa membantu Anda memenuhi kebutuhan nutrisi. Anda bisa memilih buah, sayur, gandum, kacang-kacangan, daging sapi tanpa lemak, serta produk susu rendah lemak.
SEHATQ