Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Fast food sudah ada sejak hampir satu abad, bahkan beberapa restoran cepat saji paling terkenal di Amerika Serikat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Saat mendengar fast food, mungkin Anda bisa bayangkan jenis makanan yang cepat diproses, diproduksi secara massal yang disiapkan dengan cepat – biasanya di atas panggangan, di penggorengan atau dalam microwave.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Restoran fast food mengikuti metode persiapan yang sangat spesifik untuk memastikan Anda mendapatkan kentang goreng yang renyah dan berminyak.
Banyak fast food dikemas dengan natrium, yang bertindak sebagai pengawet dan meningkatkan rasa. Ahli Diet Nancy Geib dalam laman healthcleve, mengatakan segala sesuatu yang diproses, dikemas, selalu mengandung natrium.
1. Tingkatkan Tekanan Darah
Pola makan tinggi sodium diketahui meningkatkan tekanan darah, yang memberikan tekanan pada sistem kardiovaskular pada tubuh. Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat menegang atau mempersempit pembuluh darah, dan menjadi faktor risiko utama terjadinya serangan jantung, stroke, dan gagal jantung.
2. Membuat Kembung
Makanan yang tinggi sodium, lemak, dengan karbohidrat olahan membuat anda merasa kembung. Dan, apabila anda menambahkan soda ke makanan, maka karbonasi membuatnya lebih buruk.
3. Tingkatkan Kolesterol
Makanan yang digoreng dengan minyak akan mengandung tinggi lemak dan itu termasuk lemak jenuh. Makan terlalu banyak lemak jenuh akan meningkatkan kolesterol jahat, yang menempatkan tubuh pada risiko penyakit jantung.
4. Masalah Pencernaan
Jika sangat bergantung pada makanan cepat saji, Anda akan berjuang untuk mendapatkan jumlah yang disarankan. Misalnya, muffin blueberry kedai kopi akan memberi Anda hampir 20% dari kebutuhan karbohidrat harian Anda tetapi hanya satu atau dua gram serat.
5. Pengaruhi Suasana Hati
Ketika Anda makan makanan yang tinggi lemak jenuh, natrium, gula dan karbohidrat olahan, Anda tidak hanya mendapatkan terlalu banyak hal-hal itu, tetapi Anda juga kehilangan banyak nutrisi penting lainnya. Makan banyak fast food juga menimbulkan dampak pada kesehatan mental seseorang dan membuat mereka lebih rentan terhadap depresi dan kecemasan.
Ahli Diet Kaleigh Mcmordie menyepakati hal tersebut."Suasana hati diatur oleh otak, dan untuk bekerja dengan baik, otak membutuhkan bahan bakar optimal dari nutrisi dalam makanan, suasana hati juga dipengaruhi oleh microbiome di saluran pencernaan (atau usus)," katanya seperti yang dikutip dalam verywellhealth.
Lebih lanjut, McMordie menjelaskan banyak penekanan pada kesehatan usus dalam kaitannya dengan kesehatan mental kekurangan nutrisi dan peradangan menjadi kontributor kecemasan, stres, dan apa yang kita makan membantu atau melukai area ini.
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.