Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Dukung Anak Jadi Balerina, Kapan Waktu Tepat Mengenalkan Balet?

Tidak ada patokan khusus untuk memulai tari balet pada anak. Namun, semakin dini memulai tari balet, semakin baik untuk perkembangan anak.

25 Juni 2021 | 18.46 WIB

Pebalet beraksi dalam tari balet Sleeping Beauty - The Story of Classical Ballet di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, (25/10). Tari ini menceritakan dongeng putri tidur Aurora dan pangeran Desire. TEMPO/Nurdiansah
Perbesar
Pebalet beraksi dalam tari balet Sleeping Beauty - The Story of Classical Ballet di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, (25/10). Tari ini menceritakan dongeng putri tidur Aurora dan pangeran Desire. TEMPO/Nurdiansah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Tari balet dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung proses perkembangan anak. Selain itu, tari balet juga mengajarkan beberapa keterampilan lain, seperti manajemen waktu, kerjasama dalam tim, dan melatih anak untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya. Bagi kesehatan, tari balet dapat membuat otot-otot tubuh menjadi lentur dan kuat.  Berdasarkan paparan tersebut, dapat dikatakan tari balet memiliki segudang manfaat bagi tumbuh dan berkembangnya anak. Lalu pada usia berapa anak disarankan belajar balet dan apa sajakah yang harus dipersiapkan?

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pada dasarnya tidak ada patokan khusus usia ideal anak untuk memulai melakukan tari balet. Selama anak menunjukkan niat dan minat ke arah tar balet, merupakan waktu yang tepat untuk memulainya. Namun, apabila dilakukan semakin awal, maka akan lebih baik lagi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dilansir dari thenewageparents.com, mengikuti pelatihan tari balet disarankan pada usia 4-5 tahun pada anak. Hal ini disebabkan pada usia ini anak-anak sudah mulai dapat memahami, mengingat, dan membangun teknik dan instruksi dasar tari balet yang diberikan oleh pelatih. Tidak menutup kemungkinan anak dapat memulai pelatihan tari balet sejak usia lebih dini, seperti usia tiga tahun. Maka dalam hal ini diperlukan pendampingan dan pengawasan ekstra oleh orang tua.

Terdapat keuntungan utama yang diperoleh apabila memulai tari balet sejak usia dini. Sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, balet memiliki prinsip inti yaitu kelenturan, kekuatan, dan keseimbangan tubuh. Memulai pada usia muda merupakan waktu ideal karena tari balet melibatkan banyak gerakan-gerakan yang melibatkan otot-otot tubuh. Oleh karena itu, guna membangun fondasi kelenturan kaki membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk membiasakan kaki terhadap gerakan balet.

Menurut berbagai sumber, peran orang tua juga penting untuk melakukan ‘pengenalan awal terhadap tari balet. Orang tua dapat memulai dengan membiasakan anak untuk mendengarkan berbagai jenis musik. Kemudian melatih anak melakukan gerakan-gerakan kecil, seperti bertepuk tangan dan menghentakkan kaki dan membiarkan anak untuk bermain dan mengeksplorasi dirinya.

Aktivitas ini berfungsi menciptakan ritme alami anak dan menumbuhkan kreativitas, imajinasi, dan daya tanggap terhadap musik.  Saat anak ‘bermain’ dengan musik dibarengi dengan gerakan-gerakan, seperti melompat, berlari, merangkak, atau berguling akan membantu meningkatkan koordinasi tubuh.

Dengan demikian, tari balet merupakan salah satu alternatif tepat untuk menunjang perkembangan anak, baik perkembangan fisik ataupun mental. Namun, pastikan anak berminat dan tertarik untuk mempelajari tari balet atas minat sendiri tanpa ada paksaan dari orang tua.

NAOMY A. NUGRAHENI

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus