Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah pemilik hewan peliharaan pemula setiap tahun meningkat, khususnya saat pandemi COVID-19. Hal itu karena memiliki peliharaan dapat memperbaiki kesehatan mental, khususnya di masa sulit yang dialami secara global.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Kota Hong Kong pada 2021 menunjukkan pada 2015-2020 terdapat peningkatan jumlah pemilik hewan peliharaan kucing dan anjing hingga 250 persen. Meski hewan peliharaan memberi dampak positif pada manusia, rupanya masih banyak pemilik yang belum tahu dan abai terhadap kesejahteraan anak bulu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Oleh karena itu, diperlukan sumber-sumber yang terpercaya yang bisa memenuhi informasi perawatan hewan yang baik dan benar agar mereka mendapatkan kualitas hidup yang maksimal.
Dokter hewan Novi Wulandari membagikan tiga komitmen yang harus dimiliki oleh pemilik hewan peliharaan sehingga bisa menjamin kebahagiaan serta kesejahteraan hewan selama tinggal bersama pemiliknya. Dengan memenuhi tiga komitmen itu, pemilik telah memenuhi hak asasi hewan yang juga diatur dalam UU negara.
“Pertama jelas harus komitmen waktu. Jadi, ketika punya hewan peliharaan itu harus diurus benar-benar,” kata anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
Pemilik sering tak punya komitmen waktu, tidak dapat menjaga kesehatan dan kebersihan peliharaan. Ketika sudah dalam kondisi yang tidak terawat dan terurus itu akhirnya banyak hewan yang dibuang karena sudah tidak lagi cantik atau sehat. Oleh karena itu, komitmen waktu penting untuk memastikan kondisi fisik dan mental hewan peliharaan tetap baik.
Selanjutnya adalah komitmen finansial, komitmen ini berkaitan dengan biaya makanan hewan, termasuk mengecek kondisi kesehatan hewan secara rutin. Hewan yang rutin mendapatkan pemeriksaan medis minimal dalam satu tahun dua kali atau setiap enam bulan sekali tentu memiliki jangka waktu dan kualitas hidup yang lebih baik.
“Ini misalnya seperti pemberian vaksin. Jadi, jangan tunggu sakit dulu baru ke dokter hewan. Ke dokter hewan itu selain memenuhi kebutuhan vaksinasi ada juga kebutuhan antiparasit yang harus diberikan secara kontinyu. Walaupun hewan peliharaan hanya berada di dalam rumah, sering kali ada serangga yang sulit terlihat oleh mata, seperti kutu atau cacing, itu bisa menjangkiti anak bulu,” kata Corporate Affairs Manager dari PT Royal Canin Indonesia itu.
Lulusan Universitas Udayana Bali itu menyebutkan komitmen terakhir adalah untuk bersama sepanjang hayat hewan peliharaan. Dengan komitmen yang terakhir itu, artinya pemilik hewan peliharaan bersedia untuk memberikan kesejahteraan yang layak, tidak hanya pada diri sendiri tapi juga untuk hewan peliharaan. Bahkan, di saat kondisi kritis dialami oleh hewan, pemilik harus siap menemani dan merawat.