Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Keripik Ubi Ungu dari Indonesia Tembus Pasar Wisata Dunia

Keripik ubi ungu produksi dalam negeri telah menembus pasar Amerika Serikat. Kuliner cemilan ringan ini peroleh penghargaan di sana.

12 Juli 2018 | 06.25 WIB

Image of Tempo
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta -- Keripik ubi ungu produksi dalam negeri telah menembus pasar Amerika Serikat. Kuliner ringan yang akrab dengan masyarakat Indonesia dan hampir dijajakan di setiap daerah itu memperoleh penghargaan Summer Fancy Food Show (SFFS) 2018 di Javits Convention Center, New York, Amerika Serikat baru-baru ini.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Keripik ubi ungu meraih penghargaan silver atau peringkat kedua untuk camilan terbaik. Apresiasi ini diberikan dalam ajang Specialty Outstanding Food Innovation (SOFI) Awards kategori Savory Snack dalam pameran SFFS.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Atase Perdagangan Washington DC, Reza Pahlevi, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 11 Juli 2018, mengatakan keripik ubi ungu mampu menyesuaikan diri dengan negara tempatnya dipasarkan.
Produsen keripik itu, ujar Reza, dapat menembus pasar Amerika Serikat yang cenderung memiliki pengkhususan pada produk-produk sehat.

"Penghargaan kepada keripik ubi ungu produksi perusahaan Indonesia ini menjadi contoh keberhasilan produk Indonesia di luar negeri," kata Reza. SFFS diakui merupakan pameran makanan dan minuman terbesar untuk produk specialty food di Amerika Utara.

Keripik ubi ungu yang memenangi kompetisi dalam pameran itu ialah hasil olahan Organic Purple Sweet Potato produksi Jans Enterprise. Produk tersebut menggunakan bahan baku ubi ungu organik asal Jawa Barat. Ubi diolah dengan minyak kelapa organik tanpa perasa tambahan maupun pengawet.Tips Diet: Ini alasan kamu tak bisa berhenti memakan keripik

Produk tersebut telah memiliki sertifikat organik dari Departemen Pertanian Amerika Serikat yang menyatakan kandungannya bebas dari gluten, ramah vegan, dan bebas rekayasa genetik.

Duta Besar RI Washington DC, Budi Bowoleksono, mengatakan specialty food merupakan pasar dengan segmen tertentu yang potensial di Amerika.

Apalagi saat ini konsumen semakin peduli terhadap produk yang sehat. Mereka pun mulai mengedepankan pelestarian lingkungan. Mereka juga telah mengetahui alur penanaman, pemrosesan, serta pengemasannya.
Selain itu, berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat.

"Saya turut bangga melihat produk-produk Indonesia telah diterima di pasar Amerika Serikat, bahkan berhasil menerima penghargaan," kata Budi.

Produk keripik daun singkong produksi Nanduto Home Cooking juga disorot dalam pameran SFFS 2018. Produk Cassava Leaves Chips tersebut dimasukkan ke dalam daftar Specialty Food Association (SFA) Trendspotter Panel sebagai salah satu makanan "emerging trends on the radar" berbahan baku tumbuhan.

SOFI Awards merupakan penghargaan bergengsi yang diadakan SFA. Penilaian SOFI Awards merupakan proses dan seleksi yang ketat untuk mendapatkan yang terbaik di antara yang terbaik. Adapun penjuriannya melibatkan para ahli di bidang kuliner.

ANTARA

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus