Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Kesehatan

Pelecehan Seksual Efek Kekuasaan? Ini Jawaban Ahli

Setelah Harvey Weinstein dan James Toback, kini aktor dan sutradara pemenang Piala Oscar, Dustin Hoffman, dituduh melakukan pelecehan seksual.

7 November 2017 | 17.05 WIB

Ilustrasi pelecehan seksual. dailymail.co.uk
Perbesar
Ilustrasi pelecehan seksual. dailymail.co.uk

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah Harvey Weinstein dan James Toback, kini aktor dan sutradara pemenang Piala Oscar, Dustin Hoffman, untuk kedua kalinya menghadapi tuduhan pelecehan seksual. Seperti dilaporkan kantor berita Xinhua, Kamis, 2 November 2017, tuduhan itu muncul hanya satu hari setelah ia terpaksa meminta maaf atas perilaku buruknya terhadap seorang pegawai magang pada 1985, seperti dilaporkan Xinhua, Kamis, 2 November 2017.

Apakah pelecehan seksual memang lazim dilakukan oleh mereka yang punya 'kuasa'? Psikiater Klinik Psikosomatik Omni Hospitals, Alam Sutera, dr. Andri, Sp.KJ, FAPM menilai bahwa pelecehan seksual dapat dilakukan oleh siapa pun dan di mana saja. Keinginan melakukan pelecehan seksual dipengaruhi oleh kepribadian setiap individu.

Artinya, pelecehan seksual tak melulu dilakukan oleh seorang yang memiliki ‘kuasa’ atas kelanjutan karier atau aspek lain dalam hidup orang lain.

Baca juga: Redam Tuduhan Pelecehan Seksual, Harvey Weinstein Sewa Mata-mata

“Tergantung orang tersebut apakah bisa menghormati seorang perempuan atau tidak. Jadi, tidak ada hubungannya pelaku pelecehan seksual penuh kuasa atau gimana,” jelas Andri ketika dihubungi Tempo, Minggu, 5 November 2017.

Andri berujar, keinginan untuk melakukan pelecehan seksual datang dari pemikiran pelaku. Walau perempuan telah menutup tubuhnya dengan tidak berpakaian sexy, pelecehan seksual tak bisa dihindari bila si pelaku tetap menginginkannya.

Selain itu, faktor lingkungan juga memengaruhi sikap seseorang dalam memperlakukan wanita. Sebab, lanjut Andri, manusia belajar dari lingkungan sekitar.

Misalnya, lingkungan buruk dan penuh pelecehan seksual justru memberi pemahaman kepada pria bagaimana seharusnya memperlakukan wanita. Alhasil, pria memperlakukan wanita seperti apa yang terjadi di lingkungannya.

“Maka dari pada itu pergaulan dan lingkungan, baik dari dalam rumah sekalipun sangat penting dalam hal ini. Kita bersikap dan berperilaku karena kita belajar dari lingkungan,” kata Andri.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lani Diana

Menjadi wartawan Tempo sejak 2017 dan meliput isu perkotaan hingga kriminalitas. Alumni Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bidang jurnalistik. Mengikuti program Executive Leadership Program yang diselenggarakan Asian American Journalists Association (AAJA) Asia pada 2023.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus