Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Mayoritas penduduk Indonesia suka mengonsumsi minuman dengan kandungan kafein setiap harinya, dari kalangan remaja hingga orang dewasa. Baik itu dalam bentuk minuman kopi ataupun teh. Mengonsumsi kafein memengaruhi kinerja fisik, energi, dan suasana hati.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sebab itu orang-orang tertentu meneguk kafein untuk menambah stamina mereka. Umumnya, secangkir teh kafein mengandung 14 hingga 60 miligram kafein, sedangkan kopi mengandung hingga 200 miligram.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Lantas bagaimana pengaruh kafein pada tubuh yang dikonsumsi secara rutin berhari-hari?
Sakit kepala
Kafein merupakan zat yang merangsang sistem saraf pusat, hal ini membuat banyak orang yang meminum kopi atau teh mengandung kafein tampak segar di pagi hari. Dalam beberapa kasus, kafein kerap digunakan sebagai pereda nyeri, misalnya pada obat Excedrin yang di dalamnya ada kandungan aspirin, parasetamol, dan kafein. Terlalu banyak mengonsumsi kafein dan menghentikannya dapat menyebabkan sakit kepala.
Selain itu rutin mengonsumsi kafein dapat memicu caffeine rebound, merupakan gejala penarikan diri setelah manfaat awalnya hilang. National Headache Foundation mengatakan mengonsumsi jumlah kafein dalam jumlah sedang tidak masalah, akan tetapi apabila sebaliknya maka dihindari karena berakibat sakit kepala.
Kecemasan
Mengonsumsi kafein memengaruhi suasana hati, memberikan perasaan bahagia walaupun dengan asupan jumlah yang sedang. Namun perlu diperhatikan menyantapnya dua hingga cangkir kafein perhari memberikan efek kecemasan berupa perasaan lelah dan gelisah.
Kesulitan Tidur
Apabila dikonsumsi menjelang waktu tidur, kafein mengakibatkan gangguan tidur ringan pada dosis sedang dan tinggi. Kafein memengaruhi kualitas dan kuantitas jam tidur, untuk itu Anda tidak disarankan minum kafein hingga enam jam sebelum tidur. Akan tetapi, rutin mengonsumsi kafein membuat tubuh menyesuaikan diri dengan efek kafein dan membangun toleransi seiring berjalannya waktu.
Sering Buang Air Kecil
Sifat diuretik pada kafein menyebabkan Anda memproduksi urin dan membuat Anda sering buang air kecil. Kafein dapat meningkatkan aliran darah ke ginjal dan secara langsung memengaruhi kemampuan ginjal untuk menyerap kembali garam dan air saat menyaring darah sehingga menyebabkan peningkaan urin di kandung kemih. Orang-orang dengan kandung kemih yang terlalu aktif rentan dengan diuretik kafein.
Seiring dengan keluarnya urin, nutrisi penting juga hilang. Sebuah penelitian menemukan bahwa meminum sekitar empat cangkir kopi menyebabkan penurunan thiamin, B12, kalsium, magnesium, natrium, fosfat, klorida, dan kalium. Hal ini bisa berdampak buruk pada kesehatan tulang.
Meskipun pada akhirnya tidak diketahui seberapa tinggi asupan kafein mempengaruhi kandung kemih, seringnya buang air kecil dapat mengindikasikan terlalu banyak kafein atau kondisi lain.
Nyeri Dada
Terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat mengakibatkan nyeri pada dada, hal ini terjadi ketika aliran darah ke jantung terlambat. Hal demikian tidak terjadi apabila Anda mengonsumsinya dalam jumlah sedang, satu hingga tiga cangkir sehari.
Mereka yang memiliki kondisi kesehatan, sedang dalam pengobatan, dan/atau sensitif terhadap kafein mungkin mengalami penurunan aliran darah dan nyeri dada saat minum kurang dari dua cangkir kopi. Jika Anda mengalami nyeri dada setelah mengonsumsi kafein, ini bisa menandakan masalah serius. Pastikan untuk segera mencari bantuan medis.
WEB MED | VERYWELL HEALTH
Pilihan editor: Sering Begadang Menonton Laga Euro 2024? Waspada Aneka Risiko Begadang Bagi Tubuh